TT C.12 KEWAJIBAN BELAJAR “GLOBAL” (PENEGAKAN KEADILAN) DALAM QS. AL-A’RAAF: 181


KEWAJIBAN BELAJAR “GLOBAL”
(PENEGAKAN KEADILAN)
QS.  AL-A’RAAF: 181
DisusunGunaMemenuhiTugas
Mata Kuliah :TafsirTarbawi
DosenPengampu: Muhammad Hufron, M.S.I.


DisusunOleh:

RiskiMaullana(2117075)
Kelas : D

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
TAHUN 2018
BAB I
PENDAHULUAN
A.  LatarBelakangMasalah
Keadilanadalahnormakehidupan yang didambakanolehsetiap orang dalamtatanankehidupansosialmereka. Ada duasumberkeadilan, yaitukeadilanpositif yang merupakankonsepprodukmanusia, dankeadilanrevelasional yang berasaldariTuhan yang jugadisebutdengankeadilanIlahi.
Ayat-ayatdalam Al-Qur’an banyakmembicarakankeadilan, halinimenunjukkanbahwa Allah SWT adalahsumberkeadilandanmemerintahkanuntukmenegakkankeadilan di duniainikepada para rasulNyadanseluruhhambaNya. Olehkarenaitu, bagi orang mukmin yang menegakkankeadilandapatdikatagorikansebagai orang yang telahberupayameningkatkankualitasketakwaandiri. Keadilandalam Islam berartipersamaan, keseimbangan, pemberianhakkepadapemiliknyadankeadilanIlahi.

B.  RumusanMasalah
1.    Hakikat Keadilan
2.    DalilPegang Kebenaran dan Tegakkan Keadilan
3.    Islam Cinta KedamaiandanKetertibanMasyarakatDunia
C.  TujuanMakalah
1.    UntukMengetahuiHakikat Keadilan
2.    UntukMengetahui Dalil Pegang Kebenaran dan Tegakkan Keadilan
3.    UntukMengetahuiBahwaIslam Cinta KedamaiandanKetertibanMasyarakatDunia


4.     
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Hakikat Keadilan
1.    Teori Keadilan Aritoteles
Pandangan Aristoteles tentang keadilan bisa didapatkan dalam karyanya Nichomachean,ethics, politics, danrethoric. Spesifik dilihat dalam bukunicomachean ethics, buku itusepenuhnya ditujukan bagi keadilan, yang, berdasarkan filsafat hukum Aristoteles, mesti dianggap sebagai inti dari filsafat hukumnya,“karena hukum hanya bisa ditetapkan dalam kaitannya dengan keadilan”.
Pada pokoknya pandangan keadilan ini sebagai suatu pemberian hak persamaan tapi bukan persamarataan. Aristoteles membedakan hak persamaanya sesuai dengan hak proposional. Kesamaan hak dipandangan manusia sebagai suatu unit atau wadah yang sama. Inilah yang dapat dipahami bahwa semua orang atau setiap warga negara dihadapan hukum sama. Kesamaan proposional memberi tiap orang apa yang menjadi haknya sesuai dengan kemampuan dan prestasi yang telah dilakukanya.
2.      Teori Keadilan John Rawls
Beberapa konsep keadilan yang dikemukakan oleh Filsuf Amerika di akhir abad ke-20, John Rawls, seperti A Theory of justice, Politcal Liberalism,dan The Law of Peoples, yang memberikan pengaruh pemikiran cukup besar terhadap diskursus nilai-nilai keadilan.John Rawls yang dipandang sebagai perspektif “
liberal-egalitarian of social justice”,berpendapat bahwa keadilan adalah kebajikan utama dari hadirnya institusi-institusi sosial (social institutions). Akan tetapi, kebajikan bagi seluruh masyarakat tidak dapat mengesampingkan atau menggugat rasa keadilan dari setiap orang yang telah memperoleh rasa keadilan. Khususnya masyarakat lemah pencari keadilan.[1]
B.  Dalil Pegang Kebenaran dan Tegakkan Keadilan
181. dan di antara orang-orang yang Kami ciptakanadaumat yang memberipetunjukdenganhak, dandengan yang hakitu (pula) merekamenjalankankeadilan.
Tafsirannya :
Firman Allah Swt. :
{وَمِمَّنْ خَلَقْنَا}
Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan. (Al-A'raf: 181)
yakni di antarasebagianumat.
{أُمًّةٌ}
adaumat. (Al-A'raf: 181)
Maksudnya, terdapatsuatuumat yang menegakkankebenaransecarateoridanprakteknya.
{يَهْدُونَ بِالْحَقِّ}
yangmemberipetunjukdenganhak. (Al-A'raf: 181)
Yaitumerekamengatakannyadanmenyeru orang lain kepadanya.
{وَبِهِ يَعْدِلُونَ}
dandengan yang hakitu(pula) merekamenjalankankeadilan. (Al-A'raf: 181)
Denganberpegangkepada yang hakitulahmerekaberamaldanmelaku­kankeadilan. Menurutbanyakasar, makna yang dimaksudolehayatiniialahumatNabi Muhammad.Sa'idtelahmeriwayatkandariQatadahsehubungandengantafsirayatini; telahsampaikepadanyasuatuhadis yang mengatakanbahwaNabi Saw. apabilamembacaayatiniselalumengucapkan: Inibagi kalian, dan Allah telahmemberihal yang semisalkepadasuatukaum yang berada di hadapan kalian, "Dan di antarakaum Musa ituterdapatsuatuumat yang memberipetunjuk(kepadamanusia) denganhak, dandengan yang itulahmerekamenjalankankeadilan.”(Al-A'raf: 159)
قَالَ أَبُو جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ، عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى: {وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ} قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ مِنْ أُمَّتِي قَوْمًا عَلَى الْحَقِّ، حَتَّى يَنْزِلَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ مَتَّى مَا نَزَلَ".
Abu Ja'farAr-RazitelahmeriwayatkandariAr-Rabi’ ibnuAnassehubungandenganmaknafirman-Nya: Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakanadaumat yang memberipetunjukdenganhak, dandengan yang hakitu(pula) merekamenjalankankeadilan. (Al-A'raf: 181) BahwaRasulullah Saw. telahbersabda: Sesungguhnya di antaraumatkuterdapatsuatukaum yang tetapmembelakebenaranhingga Isa putra Maryam turunpadahariiaditurunkan.
Di dalamkitabSahihaindisebutkandariMu'awiyahibnu Abu Sufyan yang telahmenceritakanbahwaRasulullah Saw. pernahbersabda:
"لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ، وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ -وَفِي رِوَايَةٍ -: حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ -وَفِي رِوَايَةٍ -: وَهُمْ بِالشَّامِ"
Senantiasamasihadasegolongandarikalanganumatku yang membelakebenaran, tidakmembahayakanmerekaadanya orang-orang yang menghinamereka, tidak pula orang-orang yang menentangmerekahinggaharikiamatterjadi. Menurutriwayat lain disebutkandenganlafazberikut: hinggadatangperintah Allah (harikiamat), sedangkanmerekatetapdalamkeadaandemikian (membelakebenaran), Sedangkanmenurutriwayatlainnyalagidisebutkan: sedangkanmerekaberada di negeriSyam       

C.  Cinta KedamaiandanKetertibanMasyarakatDunia
Dalam QS. Al Anfal : 61, ditegaskanbahwa Islam adalah agama yang condongkepadaperdamaian, danituakanlebihmendekatkandirikepadaTuhan. Seseorang yang condongkepadaperdamaian, makaiaadalah orang-orang yang paling mengertitentangmaksuddantujuandiselenggarakannya agama Islam di mukabumiini.
Selainperdamaian, ayatinisecarainherenjugamenegaskantentangbetapakonfliktidaklahdiperlukandantidaklahelokjikasesamaumatmanusiaterpecahbelahsatusama lain, apalagisesamaumat Islam yang mahasantun.
Seruankepadaperdamaianjugamenjadikanumat Islam patuhpadaaturanTuhandansisi lain daribentukketakwaankepadaajaran Islam yang rahmatanlilalamin. Inidapatdibuktikanmisalnya, bagaimanaRasulullahseusaiperangtidaklantasmenghabiskanseluruh orang-orang non-muslim, apalagikepadapenduduk yang tidakbersalah.
JustruRasulullahmerekonstruksidanmemberikankesejahteraanuntukmembangunkeadilanpadamasyarakatwaktuitu, tanpamemandangsuku, agama, bahasa, apalagiwarnakulit yang samasekalitidaksubstansialataupunhakiki.
Selainitu, adahal lain lagi yang dapatmembuktikanbahwa Islam adalah agama yang cintadamai, sepertiajarantentanglaranganmembunuh. Dalam QS. Al Maidah: 32 dijelaskanbahwabarangsiapa yang membunuhseorangmanusia, bukankarena orang itumembunuh orang lain, ataubukankarenamembuatkerusakan di mukabumi, makaseakan-akandiatelahmembunuhmanusiaseluruhnya
SecaraIslami, perbuatanmembunuhbukanlahsesuatu yang diperintahkan. Ajaran Islam tidakpernahmemandangmembunuhsebagaihal yang baikkecualidalamkonteksmenegakkanaturankarenakejahatanitusudahsungguhsangatterlaludanberlebih-lebihan. Dalam Islam, membunuhbisaberartisebuahhukuman di medanpeperangan, tetapiaturanmembunuhtidakbolehsembarangdilakukandanharussangathati-hati.[2]



BAB III
PENUTUP
1.    Simpulan
Sebagai kaum muslimin sudah seyogyanya kita menegakkan keadilan didalam bermasyarakat. Kedudukan manusia sebagai khalifah di bumi berperan menjaga keselarasan kehidupan agar tercipta kehidupan yang yang benar-benar rahmatan lil alamin.
Tak hanya itu kebenaran juga harus dipegang teguh oleh seluruh umat muslimin, sebagaimana yang sudah diperintahkan Allah SWT pada Al-Qur’an dan telah dicontohkan pula oleh Rosuullah SAW.
2.    Saran-saran
Dalampenulisanmakalahdiatastentusajamasihterdapatbanyakkekurangan, daripenulismohonmaafapabilamateri yang disampaikanmasihbelumsempurnakarenasebagaimanusiatempatnyasalahdandosadankesempurnaanhanyamilik Allah semata. Untukitu, sayamembutuhkankritikdan saran daripembaca agar dikemudianharisayadapatmembuatmakalah yang lebihbaiklagi. Dan terimakasihkepadaBapak Muhammad Hufron, M.S.I. yang telahmemberikantugaskepada kami danterutamasayasendirisehinggasayadapatmenyelesaikanmakalahinidengantepatwaktu. Mungkinitusaja yang dapatpenulissampaikan. Semogamakalahinidapatbermanfaatbagikitasemua.




DAFTAR PUSTAKA

Http://www.nu.or.id/post/read/87879/bukti-islam-cinta-damai
Pemudapersis32.blogspot.com/2015/05/al-araf-ayat-181.html



[2] http://www.nu.or.id/post/read/87879/bukti-islam-cinta-damai

No comments:

Post a Comment