BAB VIII
MENGHINDARI AKHLAK TERCELA
A. Isyraf
1. Pengertian Israf
Kata israf berasal dari bahasa Arab asrofa-yusrifu-isroofan
berarti bersuka ria sampai melewati
batas. Isyraf
ialah suatu sikap jiwa yang memperturutkan
keinginan yang melebihi semestinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
melampaui batas (berlebihan) jdiartikan melakukan tindakan di luar wewenang
yang telah ditentukan berdasarkan aturan (nilai) tertentu yang berlaku. Secara istilah, melampaui batas (berlebihan)
dapat dimaknai sebagai tindakan yang dilakukan seseorang di luar kewajaran
ataupun kepatutan karena kebiasaan yang dilakukan untuk memuaskan kesenangan
diri secara berlebihan.
Sikap
ini biasanya terjadi pada orang-orang yang rakus dan tidak puas atas
nikmat yang telah di beri oleh Allah. Israf
adalah perbuatan yang tidak di senangi oleh Allah karena perbuatan ini
merupakan bagian dari bentuk tidak mensyukuri nikmat yang telah di berikan oleh
Allah.
ûÓÍ_t6»t tPy#uä (#räè{ ö/ä3tGt^Î yZÏã Èe@ä. 7Éfó¡tB (#qè=à2ur (#qç/uõ°$#ur wur (#þqèùÎô£è@ 4 ¼çm¯RÎ) w =Ïtä tûüÏùÎô£ßJø9$#
“
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan
dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al A’raaf [7]: 31)
2. Bahaya Perilaku Israf
Perbuatan melampaui batas atau
berlebihan ini mengakibatkan amal ibadah. Seseorang terhenti dan tidak sabar
karena manusia mempunyai sifat tabiat cepat bosan dan terbatas kemampuannya.
Dengan sendirinya sikap sabar akan mampu melawan
perbuatan berlebih-lebihan atau melampaui batas ini. Menurut pendapat Hasan
Basri, sunah telah menjelaskan antara orang yang melampaui batas dan orang yang
berpaling. Maka bersabarlah dalam mengikuti sunah, karena ahli sunah adalah
orang yang paling sedikit di masa lampau dan mereka paling sedikit di masa yang
tersisa, serta tidak mengikuti orang yang bermewah-mewah dalam hidup.
Sedangkan Imam
Asy Syatibi berpendapat bahwa bahaya sikap melampaui batas bekasnya dapat
menghilangkan keteguhan dan keseimbangan yarg dituntut agama dalam melaksanakan
berbagai tanggung jawab hukum. Beliau mengatakan bahwa kesempitan tidak
dihilangkan dari seorang mukallaf karena dua segi. Pertama, khawatir terputus amalnya di tengah jalan, membenci ibadah, dan tidak
suka melaksanakan beban agama. Kedua, khawatir menimbuikan pengurangan amal
dengan bermalas-malasan. Kadang-kadang menekuni sebagian amal dapat melalaikan
dan menghentikan amal lainnya. Kadang-kadang ia bermaksud menjalankan keduanya
dengan susah payah, tetapi akhirnya ia terhenti ataupun bahkan meninggalkan
amal kebaikan keduanya.
3. Bentuk Perilaku Israf
Diantara contoh
sikap israf adalah dalam bentuk pamer kekayaan dan berjiwa sombong, hal yang
demikian ini akan menyebabkan kehancuran pada diri sendiri karena tidak
mempunyai kontrol pribadi dan sosial. Apabila tidak terdapat kontrol tersebut,
maka akan berakibat sikap melampaui.batas. Sikap orang yang mendambakan
kemewahan dunia semata-mata, merupakan sikap yang tidak disukai Allah dan tidak
memperoleh manfaat apapun baik di dunia dan di akhirat.
Perbuatan berlebihan atau melampaui
batas ini adalah sebagai wujud pengingkaran terhadap nikmat yang telah
diberikan Allah. Setiap muslim harus menyadari bahwa segala sesuatu yang
dimilikinya adalah milik Allah, Allah akan melapangkan rezeki dan
menyempitkannya, sesuai dengan kehendak dan rida-Nya dan sesuai dengan
kebijaksanaan dan ketetapan yang telah digariskan-Nya. Hendaknya pada diri
setiap muslim harus tertanam sikap rida terhadap apa yang diberikan Allah dan
sadar semua nikmat yang diperolehnya itu hanya berasal dari Allah serta
pengingkaran terhadap nikmat Allah dan Rasul-Nya tidak akan memperoleh
keuntungan sedikit pun.
Perbuatan
melampaui batas atau berlebihan ini tidak hanya terhadap nikmat- nikmat Allah
sefriata, aalam hal beribadah pun Allah sangat membencinya. Perbuatan melampaui
batas (berlebihan) dalam agama akan terputus. Maksudnya melarang seseorang
melampaui batas dalam ibadah sunah sehingga menimbulkan kebosanan yang
berakibat meninggalkan ibadah yang yang lebih utama atau meninggalkan ibadah
yang disyariatkan, bukan berarti melarang seseorang mencari kesempumaan dalam
beribadah karena termasuk hal-hal yang terpuji. Seperti, orang yang mengerjakan
salat tahajjud semalam suntuk sehingga di akhir malam ia mengantuk dan tertidur
sampai meninggalkan salat subuh.
Diantara bentuk
perbuatan israf adalah
a. Menambah-nambah
di atas kadar kemampuan, dan berlebihan dalam hal makan, karena makan yang
terlalu kenyang dapat menimbulkan hal yang negatif pada struktur tubuk manusia.
b. Bermewah-mewah
dalam makan, minum dan lain-lain artinya dalam memakan atau meminum sesuatu
tidak boleh memperturutkan hawa nafsu, sehingga semua yang di inginkan
tersedia.
c. Menumpuk-numpuk
harta atau sesuatu hal yang tidak telalu dibutuhkan oleh kita maupun oleh masyarakat.
d. Melakukan
segala sesuatu yang berlebiha, contohnya terlalu banyak tidur bisa menyebabkan
berbagai penyakit
terutama malas, dari penyakit malas inilah timbul berbagai dampak yang tidak
baik seperti tidak mau bekerja, kalaupun bekerja hasilnya pun tidak akan
optimal
e. Melakukan
pekerjaan yang sia-sia, terkadang kita sebagai manusia suka dengan hal-hal yang bersifat hura-hura
f. Memperturutkan
hawa nafsunya, manusia dalam menghadapi hidup biasanya dihadapakan pada dua
permasalahan yaitu antara keperluan dan kebutuhan dengan keinginan.
4. Menghindari
Perilaku Israf
Rasulullah SAW
melarang umatnya berpuasa terus-menerus, melarang salat di sebagian malam,
kecuali pada sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, melarang membujang bagi yang
mampu menikah, atau melarang meninggalkan makan daging. Jadi, orang yang
beribadah dengan tidak mengetahui sebagian besar dari hal itu, ia dapat
dimaafkan dan diberi pahala. Adapun orang yang beribadah dan paham sunah lalu
melampauinya, maka ia akan dikalahkan dan tertipu oleh nafsunya. Adapun amal
yang paling disukai Allah adalah amal yang dikerjakan terus-menerus (istiqamah)
menurut syarak meskipun sedikit.
Islam
mengajarkan kebersahajaan. Setiap muslim dilarang mengikuti nafsu syahwat.
Sederhanakanlah dan ditundukkan nafsu dengan akal sehat. Sebagian besar
keburukan itu disebabkan seseorang tidak sanggup mengendalikan nafsunya.
Janganlah mendekati hal-hal yang dapat mendorong diri untuk berbuat yang tidak
baik ataupun melampaui batas. Orang yang memiliki kesederhanaan tidak suka melakukan
sesuatu yang melebihi kewajaran, karena akan merendahkan diri sendiri di
hadapan makhluk atau pencipta-Nya.
Diantara dampak yang ditimbulakan akibat dari perbuatan israf, yaitu :
a. Dibenci
oleh Allah
b. Menjadi
sahabat setan
c. Menjadi
orang yang akan tercela dan menyesal
d. Menjadi
orang yang tersesat
5. Hikmah
a.
Sikap israf adalah salah satu sikap tercela
yang sangat merusak bagi pelaku sendiri maupun orang lain yang terkena dampak
tingkah lakunya. Sifat melampaui batas (berlebihan) ini mengancam masa depan
manusia.
b.
Setiap muslim
dilarang mengikuti nafsu syahwat. Sederhanakanlah dan ditundukkan nafsu dengan
akal sehat, dan setiap pelampauan batas akan selalu dibarengi oleh kekuatan
jahat, yakni setan yang menghiaskan keburukan sehingga dirasa sebagai kebaikan.
c. Perbuatan
berlebihan atau melampaui batas ini adalah sebagai wujud pengingkaran terhadap
nikmat yang telah diberikan Allah.
d.
Sikap melampaui
batas bekasnya dapat menghilangkan keteguhan dan keseimbangan yarg dituntut
agama dalam melaksanakan berbagai tanggung jawab hukum.
B.
Tabdzir
1. Pengertian Tabdzir
Kata tabzir /pemborosan dalam bahasa Arab
berasal dari kata badzara-yubadzdziru-tabdziiron
dipahami oleh ulama dalam arti
pengeluaran yang bukan haq. Kata tabzir berarti menggunakan/
membelanjakan harta kepada hal yang tidak perlu. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia, boros diartikan berlebih-lebihan atau
menghambur-hamburkan dalam pemakaian uang ataupun barang. Secara istilah,
boros sebagai perbuatan yang dilakukan dengan cara menghambur-hamburkan uang
atupun barang karena kesenangan ataupun kebiasaan.
ÏN#uäur #s 4n1öà)ø9$# ¼çm¤)ym tûüÅ3ó¡ÏJø9$#ur tûøó$#ur È@Î6¡¡9$# wur öÉjt7è? #·Éö7s? ÇËÏÈ ¨bÎ) tûïÍÉjt6ßJø9$# (#þqçR%x. tbºuq÷zÎ) ÈûüÏÜ»u¤±9$# ( tb%x.ur ß`»sÜø¤±9$# ¾ÏmÎn/tÏ9 #Yqàÿx. ÇËÐÈ
“
dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang
miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan
(hartamu) secara boros.
“ Sesungguhnya
pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah
sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al Isra’
[17]: 26-27)
2. Bahaya Perilaku Tabdzir
Setiap orang
selalu berpikir dan berusaha sekuat tenaga untuk meraih kemewahan
kehidupan dunia sebagai suatu yang menyenangkan dan membahagiakan,
tanpa mempe-rhatikan ketentuan agama. Anggapan dan
keinginan seperti itu sampai sekarang terus mewarnai sebagian masyarakat,
berkeinginan memiliki harta kekayaan yang melimpah sekalipun dengan jalan yang
tidak wajar, tidak sesuai dengan peraturan negara dan hukum agama. Akibatnya,
timbullah kecurangan dimana-mana yang merugikan semua pihak.
Allah melarang kaum muslimin mencari
kekayaan dengan cara yang batil, dan melarang membelanjakan harta yang dikuasai
secara boros. Larangan dimaksudkan agar setiap muslim dapat mengatur nilai
pengeluaran sesuai keperluannya, tepat yang dituju sebagimaha ketentuan agama.
Tidak boleh membelanjakan hartanya secara boros hanya untuk kesenangan semata.
Pamer kekayaan
dan berjiwa sombong akan menyebabkan kehancuran pada diri sendiri karena tidak
mempunyai kontrol pribadi dan sosial. Jika kontrol tersebut tidak ada, maka
akan berakibat menimbulkan sikap pemborosan yang dilarang dalam Islam.
Sikap orang yang mendambakan
kemewahan dunia semata sebagai tabiat buruk yang harus ditinggalkan karena Allah
memberikan pelajaran bahwa Qarun dengan harta kekayaannya telah dibenamkan ke
dalam bumi. Ternyata harta yang tidak diridai Allah tidak memperoleh manfaat
apa-apa.
Sayyidina
Abu Bakar r.a. menyerahkan semua hartanya kepada Nabi saw. dalam rangka berjihad
di jalan Allah. Sayyidina 'Utsman r.a., membelanjakan separuh hartanya. Nafkah
mereka diterima Rasulullah saw. dan beliau tidak menilai mereka sebagai para
pemboros. Sebaliknya, membasuh wajah lebih dari tiga kali dalam berwudhu',
dinilai sebagai pemborosan, walau ketika itu yang bersangkutan berwudhu' dari
sungai yang mengalir. Jika demikian, pemborosan lebih banyak berkaitan dengan tempat bukannya dengan
kuantitas.
Rasulullah, ketika melihat seorang
laki-laki berwudu lain beliau bersabda, “Janganlah kamu berlebih-lebihan.
Janganlah kamu berlebih-lebihan.”
Berikut adalah beberapa tindakan
yang tergolong sebagai perbuatan tabzir, yaitu :
a. Membantu
orang lain dalam kemaksiatan. Contoh : memberi sumbangan kepada orang untuk
meminum-minuman keras
b. Mengkonsumsi
makanan yang tidak ada manfaatnya dan membahayakan
c. Orang
yang bersodakoh tetapi tidak ikhlas
d. Merayakan
Hari Raya lebaran dengan berlebihan
e. Merayakan
pesta pernikahan dengan berlebihan tidak sesuai dengan syari'at
3. Menghindari
Perilaku Tabdzir
Islam menganjurkan
hidup sederhana dan tidak boleh sombong dengan menzalimi diri sendiri ataupun
orang lain, karena perilaku zalim akan berakibat menyengsarakan diri sendiri
ataupun orang lain. Melalui sunahnya, Rasulullah saw. menjelaskan secara tegas
larangan makan, minum, berpakaian dan bersedekah secara berlebihan. Segala
sesuatu yang dllarang Allah dan Rasul-Nya pastinya terdapat madarat yang sangat merugikan bagi
kehidupan manusia.
Hidup sederhana bukan berarti harus
melarat, tetapi hidup yang sederhana sebatas mencukupi kebutuhan yang
diperlukan tanpa berlebih-lebihan. Karena itu, segala hal yang berlebihan tidak
akan memperoleh kebaikan bagi yang melakukannya.
Sesungguhnya
orang yang dapat menerima dengan baik dan mengamalkan nasihat yang benar
hanyalah orang-orang yang sabar dan tekun. Termasuk di dalamnya orang yang
patuh meiaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Mereka
menerima dengan baik dan ikhlas apa yang diberikan Allah kepadanya. Selalu
berusaha sesuai ketentuan-Nya serta membelanjakan hartahya untuk kepentingan
diri maupun masyarakat.
Persaudaraan
setan dengan pemboros adalah persamaan sifat-sifatnya, serta keserasian antar
keduanya. Mereka berdua sama melakukan hal-hal yang batil, tidak pada tempatnya.
Persaudaraan itu dapat dipahami sebagai kebersamaan dan ketidakberpisahan
setan dengan pemboros. Ini karena saudara biasanya selalu bersama saudaranya
dan enggan berpisah dengannya.
Atau dalam arti kebersamaan pemboros
dengan setan secara terus-menerus, dan demikian juga setan dengan pemboros,
seperti dua orang saudara sekandung yang sama asal usulnya, sehingga tidak
dapat dipisahkan.
Penyifatan
setan dengan kafûr/sangat
ingkar merupakan peringatan keras kepada para pemboros yang
menjadi teman setan itu, bahwa persaudaraan dan kebersamaan mereka dengan setan
dapat mengantar kepada kekufuran. Betapa tidak, bukankah teman saling pengaruh
mempengaruhi, atau teman sering kali meniru dan meneladani temannya.
Berikut beberapa akibat yang dapat
ditimbulkan dari perbuatan tabzir, yaitu :
a. Mendapat
murka Allah
b. Mendapat
siksa yang teramat pedih oleh Allah
c. Mendapat
kesengsaraan dunia dan akhirat
d. Mendapat
cacian dari orang lain
4. Hikmah
a.
Setiap muslim
dilarang bersikap boros karena boros merupakan tabiat setan. Sikap boros akan
menimbulkan kerugian dan kesengsaraan hidup di kemudian hari. Seorang muslim
dalam membelanjakan hartanya harus dengan kalkulasi yang matang menyangkut
manfaat dan madaratnya.
b.
Larangan keras
membelanjakan harta dengan cara sesuka hatinya yang akan berakibat pada
kesengsaraan baik di dunia maupun di akhirat. Allah memerintahkan setiap muslim
agar dapat mengatur keseimbangan pengeluaran dan pemasukan sesuai dengan
keperluan secara wajar sehingga akan dapat menjamin kehidupan yang teratur dan
sejahtera.
C. Bakhil
1. Pengertian
Bakhil/Kikir
Bakhil/kikir ialah menahan harta yang seharusnya dia keluarkan. Al-Jurjani dalam kitab At-Ta’rifat
mendefinisikan bakhil dengan menahan hartanya sendiri, yakni menahan memberikan
sesuatu pada diri dan orang lain yang sebenarnya tidak berhak untuk ditahan
atau dicegah, misalnya uang, makanan, minuman, dan lain-lain. Ketika orang
memiliki uang, makanan, dan minuman yang mestinya bisa diberikan kepada yang
membutuhkan, kemudian enggan untuk memberikannya, maka ia adalah bakhil. Dalam Tafsir
Al-Maraghi Jilid IV, Musthafa al Maraghi
menjelaskan, bakhil adalah tidak mau menunaikan zakat dan enggan
mengeluarkan harta di jalan Allah. Sebagai
contoh, dia mempunyai kemampuan untuk membayar zakat tapi dia tahan (tidak
menunaikannya), atau dia seorang yang memiliki banyak harta tapi manakala
datang fakir miskin untuk meminta haknya justru tidak dia beri.
Bakhil adalah sifat yang tercela karena sifat ini terlahir dari
godaan syaithan. Bakhil dijadikan oleh syaithan sebagai jalan untuk menuju
jalan ke neraka. Dalil yang melarang dari perbuatan bakhil di antaranya adalah
QS Al Isra: 29-30 dan hadis Nabi SAW,
wur ö@yèøgrB x8yt »'s!qè=øótB 4n<Î) y7É)ãZãã wur $ygôÜÝ¡ö6s? ¨@ä. ÅÝó¡t6ø9$# yãèø)tFsù $YBqè=tB #·qÝ¡øt¤C ÇËÒÈ ¨bÎ) y7/u äÝÝ¡ö6t s-øÎh9$# `yJÏ9 âä!$t±o âÏø)tur 4 ¼çm¯RÎ) tb%x. ¾ÍnÏ$t6ÏèÎ/ #MÎ7yz #ZÅÁt/ ÇÌÉÈ
29. dan janganlah kamu
jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu
mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. 30. Sesungguhnya
Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya;
Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ,
قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا هِيَ ؟
قَالَ: الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالشُّحُّ، وَقَتْلُ
النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ
مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ
الْغَافِلاتِ الْمُؤْمِنَاتِ.
Dari sahabat Abu Hurairah ra beliau berkata, Rasullullah SAW
telah bersabda, ‘Jauhillah tujuh kehancuran yang dapat menimpa kalian.’ Lalu
(shahabat) bertanya, ‘Apakah itu wahai Rasulullah?’ Lalu beliau menjawab,
‘Menyekutukan Allah, kikir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah, memakan riba,
memakan harta anak yatim, lari dari peperangan, menuduh zina wanita mukminat
yang suci. (HR. an-Nasa`i)
Banyak contoh tentang kehancuran orang-orang yang bakhil. Salah
satunya adalah Qarun sebagai raja kebakhilan yang pernah muncul di muka bumi
ini. Di mana Allah akhirnya menenggelamkannya beserta pengikut dan hartanya.
Kisah detailnya bisa dibaca dalam Al-Qur`an pada surah Al-Qashash. Hal ini
perlu kita cermati sebagai pelajaran bahwa bakhil dapat membawa kehancuran di
dunia dan di akhirat. Sifat bakhil muncul diakibatkan kecintaan yang berlebihan
terhadap dunia, tidak adanya keyakinan tentang kemuliaan yang ada di sisi
Allah, tamak dan kagum kepada diri sendiri serta sebab-sebab lainnya.
Apapun posisi dan kedudukan kita, janganlah berbuat bakhil, bila
kita sebagai suami janganlah bakhil pada istri dan anak-anak tentu dengan tidak
mengajari sifat boros kepada mereka. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah
hadits:
وَعَنْ أَبِيْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ دِيْنَارٍ يُنْفِقُهُ
الرَّجُلُ، دِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ، وَدِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ
الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، وَدِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى
أَصْحَابِهِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ.
Dari sahabat Abu Abdillah atau terkadang dipanggil Abu
Abdirrahman Tsauban berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik dinar
yang diinfakkan seseorang adalah dinar yang dia infakkan kepada keluarganya dan
dinar yang diinfakkan untuk membeli kendaraan perang di jalan Allah, serta
dinar yang diinfakkan untuk saudaranya untuk perang di jalan Allah. (HR. Muslim)
2. Bahaya Perilaku
Bakhil
a.
Mengakibatkan dosa besar
Islam menganggap
bakhil sebagai perbuatan dosa besar. Hal ini telah dijelaskan oleh Al-Qur’an
:
wur
¨ûtù|¡øts
tûïÏ%©!$# tbqè=yö7t !$yJÎ/
ãNßg9s?#uä
ª!$#
`ÏB ¾Ï&Î#ôÒsù uqèd
#Zöyz Nçl°; ( ö@t/
uqèd
@°
öNçl°;
( tbqè%§qsÜãy $tB (#qè=Ïr2 ¾ÏmÎ/ tPöqt
ÏpyJ»uÉ)ø9$# 3 ¬!ur
ß^ºuÏB
ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur
3 ª!$#ur
$oÿÏ3 tbqè=yJ÷ès? ×Î6yz ÇÊÑÉÈ
Sekali-kali janganlah
orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari
karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya
kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan
dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala
warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan. (QS. Ali Imran : 180).
b.
Mengikuti jejak setan
Perbuatn kikir
dapat di sebabkan beberapa faktor, karena hartanya merasa milik sendiri dan
karena takut harta mereka berkurang, keduanya merupakan tipu daya setan.
Sebagai mana tercantum dalam Q.S Al-Baqoroh: 268,
ß`»sÜø¤±9$#
ãNä.ßÏèt
tø)xÿø9$#
Nà2ããBù'tur
Ïä!$t±ósxÿø9$$Î/
(
ª!$#ur Nä.ßÏèt
ZotÏÿøó¨B
çm÷ZÏiB
WxôÒsùur 3 ª!$#ur
ììźur
ÒOÎ=tæ
syaitan menjanjikan
(menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan
(kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. dan
Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.
c. Penghalang masuk
surga
Allah memberikan pada orang kikir supaya merubah
cara mereka berpikir dan alloh swt, telah memberi mereka banyak karunia baik
berupa harta, ilmu, kemegahan, maupun macam – macam kedunian lainnya, akan
tetapi setelah karunia itu diterimanya justru dimanfaatkan untuk dirinya
sendiri dia enggan memeberikan sedekahnya untuk orang lain. Dalam sebuah hadits
rosul menegaskan bahwa orang yang kikir tidak akan masuk surga.
لا يدخل الجنّة حبّ
ولابحيل وسيءالملكة
Tidak akan masuk
surga orang-orang yan menipu, bakhil (kikir) dan orang-orang yang buruk
mengurus miliknya (H.R Tirmidzi)
d. Rizki menjadi
sempit
Pelaku kikir/bakhil beranggapan bahwa kekikiran
menguntungkan harta benda orang kikir beranggapan bahwa menyimpan harta untuk
dirinya sendiri itu baik, Akan tetapi secara tidak sadar mereka telah di
perbudakkan oleh harta itu sendiri
عَنْ اَسْمَاءَ رض قَالَتْ:
قَالَ لِى النَّبِيُّ ص: لاَ تُوْكِى فَيُوْكى عَلَيْكِ. البخارى
Dari Asma’ ra, ia berkata : Nabi SAW berpesan kepadaku,Janganlah kamu bakhil,
yang menyebabkan kamu disempitkan rezqimu. (HR. Bukhari)
e. Sumber
malapetaka kemanusiaan
Penyakit bakhil akan menyebabkan malapetaka yang besar terhadap suatu
masyarakat. Penyakit ini bisa
menanamkan rasa dengki dan iri hati dalam jiwa orang-orang fakir
miskin terhadap orang-orang kaya yang bakhil. Sebagai akibatnya, orang-orang
miskin tersebut akan mencari-cari kesempatan yang tepat untuk
melampiaskan rasa kedengkiannya terhadap orang-orang kaya yang bakhil, dan
berusaha mencari jalan untuk menghancurkan harta kekayaan mereka.
Sebagiman tercantum dalam Q.S Al
Lail Ayat 8-11,
$¨Br&ur .`tB
@Ïr2
4Óo_øótGó$#ur
ÇÑÈ z>¤x.ur 4Óo_ó¡çtø:$$Î/
ÇÒÈ ¼çnçÅc£uãY|¡sù 3uô£ãèù=Ï9
ÇÊÉÈ $tBur
ÓÍ_øóã çm÷Ztã
ÿ¼ã&è!$tB #sÎ) #¨ts?
ÇÊÊÈ
8. dan Adapun
orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup 9. serta mendustakan pahala
terbaik, 10. Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. 11.
dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
3. Menghindari
Perilaku Bakhil
a. Keyakinan bahwa segala sesuatu itu milik Allah
Ketika seeorang telah merasa bahwa segala sesuatu
milik alloh maka ia tidak merasa memiliki terhadap benda andi kata ia diberi
keleluasaan rizki oleh Allah maka hatinya akan terdorong untuk bersedakah. Sebagaimana
firman Allah Q.S Ali Imron : 109
¬!ur
$tB Îû
ÏNºuq»yJ¡¡9$#
$tBur Îû
ÇÚöF{$# 4 n<Î)ur «!$# ßìy_öè? âqãBW{$#
ÇÊÉÒÈ
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada
di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.
b. Banyak bersyukur
atas nikmat yang Allah berikan
Konsekwensinya jika seorang menyukuri nikmat Allah . Maka Dia
memberi tambahan yang lebih baik. Namun apabila mengingkarinya maka ingtlah
sesungunya azab-Nya sangat pedih. Karena sesungguhnya kebersyukuran manusia hakikatnya
untuk dirinya sendiri.
Sebagaimana firman
Allah Q.S An Naml :
`tBur ts3x©
$yJ¯RÎ*sù ãä3ô±o ¾ÏmÅ¡øÿuZÏ9 ( `tBur txÿx.
¨bÎ*sù În1u
@ÓÍ_xî ×LqÌx.
Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia
bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka
Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: مَا
نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَ مَا زَادَ اللهُ عَبْدًا
بِعَفْوٍ اِلاَّ عِزًّا، وَ مَا
تَوَاضَعَ اَحَدٌ ِللهِ اِلاَّرَفَعَهُ اللهُ. مسلم
Dari
Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,
“Harta itu tidak menjadi berkurang karena disedeqahkan,
dan Allah tidak menambah bagi orang yang suka memaafkan melainkan kemulyaan,
dan tiada seorang merendahkan diri karena Allahmelainkan Allah akan meninggikan derajatnya”. (HR. Muslim)
c. Gemar melakukan
kegiatan sosial dengan infak dan sedekah
Kegemaran
mengikuti kegiatan yang dinilai agama sebagai kebaikan akan memberi motifasi
tersendiri untuk melaksakan anjuran agama seperti infak dan sedekah sehingga
tumbuh keyakinan bahwa infak dan sedekah bernilai poditif baik pada sisi
jasmani dan rohani sekaligus menampik anggapan bahwa infak dan sedekah akan
menjadikan manusia miskin. Sebagaimana firman Allah Q.S Al Baqarah: 261,
ã@sW¨B
tûïÏ%©!$# tbqà)ÏÿZã
óOßgs9ºuqøBr& Îû È@Î6y «!$#
È@sVyJx.
>p¬6ym
ôMtFu;/Rr& yìö7y @Î/$uZy Îû Èe@ä. 7's#ç7/Yß
èps($ÏiB 7p¬6ym
3 ª!$#ur
ß#Ïè»Òã `yJÏ9 âä!$t±o
3 ª!$#ur
ììźur íOÎ=tæ ÇËÏÊÈ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan
oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan
(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)
lagi Maha mengetahui.
عَنْ عَدِيّ بْنِ حَاتِمٍ رض قَالَ:
سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقّ
تَمْرَةٍ. البخارى
Dari
‘Adiy bin Hatim RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Jagalah dirimu dari api neraka walau dengan sedeqah
separuh biji kurma”. (HR.Bukhari)
d.
Memohon perlindungan dari Allah dari sifat
bakhil/kikir
Ada
sebuah do’a sederhana yang jaami’ (singkat dan syarat makna) yang sudah
sepatutnya kita menghafalkannya karena amat bermanfaat. Do’a ini berisi
permintaan agar kita terhindar dari penyakit hati yaitu pelit lagi tamak yang
merupakan penyakit yang amat berbahaya.
اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي
وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ
Ya Allah, hilangkanlah dariku
sifat pelit (lagi tamak), dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung
4. Hikmah
1. Salah satu akhlak
tercela yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang adalah sifat bakhil
atau kikir. Mengingat besarnya pengaruh yang akan muncul dari sifat ini,
tentunya kita harus menghindarinya.
2. Sifat bakhil adalah
pokok dari semua kehinaan. Menandakan sedikitnya akal dan jeleknya pembinaan.
Mengajak manusia kepada kebiasaan-kebiasan yang tercela. Tidak bisa bersatu
dengan keimanan dalam hati manusia. Karena pada hakikatnya kebakhilan
akan menyebabkan kehancuran dan rusaknya akhlak manusia.
3. Manusia diharapkan
senantiasa berusaha menjauhkan diri kita dari sifat bakhil dan menghisi diri
dengan melatih dan membiasakan aneka kebaikan dengan harapan sifat bakhik/
kikir dapat lenyap dan berganti dengan sifat kedermawanan yakni gemar sedekah dan berinfak.
D. Kesimpulan
1. Melampaui batas (berlebihan) dapat dimaknai sebagai
tindakan yang dilakukan seseorang di luar kewajaran ataupun kepatutan karena
kebiasaan yang dilakukan untuk memuaskan kesenangan diri secara
berlebihan. Sikap
ini biasanya terjadi pada orang-orang yang rakus dan tidak puas atas
nikmat yang telah di beri oleh Allah.
2. Allah
melarang kaum muslimin mencari kekayaan dengan cara yang batil, dan melarang
membelanjakan harta yang dikuasai secara boros. Larangan dimaksudkan agar
setiap muslim dapat mengatur nilai pengeluaran sesuai keperluannya, tepat yang
dituju sebagimaha ketentuan agama. Tidak boleh membelanjakan hartanya secara
boros hanya untuk kesenangan semata.
3. Kikir (bakhil) adalah
sifat tercela dan kadang-kadang sampai kepada dosa. Bakhil alias Kikir alias
Pelit alias Medit adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta
sehingga tidak mau bersedekah. Kikir dalam bahasa arab bakhil dan
menurut istilah sifat seseorang yang amat tercela dan hina, tidak hendak
mengeluarkan harta yang wajib di keluarkan baik dalam ketentuan agama seperti
zakat, nafkah keluarga atau menurut ketentuan prikemanusiaan seperti sedekah, infak, dan hadiah.
No comments:
Post a Comment