Materi PAI (Al-Qur'an Hadits) Kelas XI Bab 5

BAB V
HIDUP MENJADI LEBIH MUDAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN

A.        QS. At-Taubah ayat 122



Untuk memperdalam
لِيَتَ َ َّقهُ
Pergi
لِيَ ْنِ ُرْوا
Untuk member
peringatan
لِيُ ْن ِذُرْوا
Semua
َك فَّ ً
Mereka dapat
menjaga diri
َْ  َذُرْو َإ
Golongan
فِْرقٍَ 


B.        QS. AL-Mujadalah ayat 11




Mufrodat / Kosa Kata

Allah akan
mengangkat derajat
إَ ْرفَِع ا ََّّللُ
Berilah kelapangan
تَ َ  َّس ُحْوا
Maha teliti
َخبِْي ٌر
Berdirilah kamu
انْ ُشُ ْوا


Maka lapangkanlah
فَ فْ َس ُحْوا


C.       Hadits

َعلَي ُك ِّل ُم ْسلٍِم (رواا ابن م جه)


ُ  الْعِْل ِم فَِرإْ َض ٌ

َعلَْيِه َو َسلَّ َم طَلَ

َص َّل ا ََّّللُ

َع ْن أَنَ ِ  ابْ ِن َم لِ ٍك قَ  َا : قَ  َا َر ُسْوُا ا ََّّللِ

Mufrodat / Kosa Kata
Kewajiban
فَِرإْ َض ٌ
Menunut
طَلَ ُ 


Ilmu
الْعِْل ُم


KANDUNGAN AYAT & HADITS

Diriwayatkan oleh Ikrimah bahwa ketika turun ayat, “jika kami tidak berangkat (untuk berperang ), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan adzab yang pedih…” (At-Taubah : 39), padahal waktu itu sejumlah orang tidak ikut pergi berperang karena sedang berada di padang pasir untuk mengajar agama kepada kaum mereka- maka orang-orang munafiq mengatakan, ada beberapa orang di padang pasir tinggal (tidak pergi berperang), celakalah orang-orang padang pasir itu”. Maka turunlah ayat 122 ini, “Dan tidak sepatutnya 0rang- orang mukmin itu semuanya pergi ke medan perang)…..

Dalam tafsir al-Maroghi dikatakan bahwa tidaklah patut bagi orang-orang mukmin dan juga tidak dituntut supaya mereka semua berangkat ke medan perang. Karena perang itu hukumnya fardhu kifayah, yang apabila tela dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugurlah yang lainnya, bukan fardhu ‘ain.
Ayat ini merupakan siyarat tentang wajibnya pendalaman agama dan bersedia mengajarkannya ditempat-tempat pemukiman serta memahamkan orang-orang lain kepada agama. Sehingga mereka mengetahui hukum-hukum agama secara umum yang wajib diketahui oleh setiap mukmin.
AYat 11 surah al-Mujadalah ini diturunkan hari jumat ketika itu Rasulullah berada di suatu tempat yang sempit dan menjadi kebiasaan bagi beliau memberikan tempat khusus buat para sahabat yang terlibat dalam perang Badar, karena besarnya jasa mereka. Ketika majlis tengah berlangsung, datanglah beberapa orang sahabat yg juga pernah mengikuti perang Badar, kemudian datang pula yang lainnya. Mereka yang baru datang memberikan salam, dan Rasul beserta sahabat yang lainnya pun membalas salam tersebut. Tetapi mereka yang telah datang lebih dahulu (yang sudah duduk), tidak bergeser sedikitpun dari tempat duduknya, sehingga mereka yang baru datang berdiri terus, maka Nabi memerintahkan kepada sahabat yang lain yang tidak terlibat dalam perang Badar untuk mengambil tempat lain, agar para sahabat yang berjasa itu duduk didekat Nabi. Perintah Nabi itu mengecilkan hati mereka yang disuruh berdiri, dan ini digunakan orang-orang munafiq untuk memecah belah umat Islam dengan berkata; “Katanya Muhammad berlaku adil, ternyata tidak,” nabi yang mendengar kritik itu bersabda: “Allah merahmati siapa yang memberi kelapangan bagi saudaranya”. Kaum muslimin menyambut tuntunan Nabi tersebut dan ayat ini turun untuk mengukuhkan perintah dan Sabda Nabi itu.
Penting : Etika dalam majelis
1.         Ketika berada dalam majelais hendaknya kita memberikan kelapangan tempat dudk bagi mereka yang baru datang. Harus melapangkan hati menerima saudaranya yang lain yang baru datang, dan dengan kelapangan ini kedua belah phak akan dimudahkan segala urusannya dalam majelis tersebut.
2.         Diam (tidak bergosip), dan mendengarkan semua tausiah yang diberikan dalam majelis itu
3.         Menanyakan hal-hal yang belum difahami dan berikan kesempatan kepada orang lain untuk menggunakan haknya dalam majelis tersebut.
Selanjutnua dalam ayat itu juga diterangkan bahwa, “niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”, artinya; Ada orang yang akan diangkat derajatnya oleh Allah yaitu orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan dengan beberapa derajat.
Orang-orang yang beriman dan berimu pengetahuan akan menunjukan sikap arif dan bijaksana. Iman dan ilmu tersebut akan mebuat orang mantap dan agung. Ini berarti ayat ini membagi dua kelompok besar manusia, pertama; orang yang beriman dan beramal saleh, kedua; orang yang beriman dan beramal shaleh serta berilmu pengetahuan. Derajat kelompok kedua ini lebih tinggi, bukan karena ilmu yang disandangya tetapi juga amal dan pengajarannya kepada pihak lain baik secara lisan, tulisan maupun keteladanan. Jadi antara iman dan ilmu harus selaras dan seimbang, sehingga kalau menjadi ulama, ia menjadi ulama yang berpengetahuan yang luas, kalau menjadi dokter maka akan menjadi dokter yang beriman dan bertaqwa dsb.
Hadits riwayat Ibnu Majah bahwa, menuntut ilmu itu merupakan sebuah kebutuhan asasi bagi setiap individu manusia. Semua usia mereka dikenai kewajiban taklifi untuk mencapainya. Hukum mencari ilmu Syar’i itu ialah fardhu kifayah yang apabila ada orang yang sudah mempelajarinya maka hukumnya menjadi sunnah bagi yang lainnya. Terkadang mencari ilmu itu menjadi fardhu ‘ain bagi manusia.
Batasannya adalah apabila sesorang akan melakukan ibadah yang akan dia laksanakan atau muamalah yang akan dia kerjakan maka dia wajib dalam mengetahui bagaimana cara dalam melakukan ibadah ini dan bagaimana dia meelaksanakan muamalah ini.

Perilaku orang yang menuntut ilmu
Sikap dan perilaku yang dapat dilakukan sebagai penghayatan dan pengamalan QS. At- Taubah ayat 122 sbb :
1.        Senantiasa memiliki kesadaran yanag tinggi bahwa belajar atau mencari ilmu itu hukumnya wajib terutama ilmu agama.
2.        Setelah belajar imu Agama wajib mengajarkan kepada kaumnya / masyarakat setelah dia kembali.

Sikap dan perilaku yang dapat dilakukan sebagai penghayatan dan pengamalan QS. Al- Mujadalah ayat 11 sbb :
1.        Selalu memiliki etika yang baik ketika menghadiri sebuah majelis ilmu
2.        Senantiasa memiliki kesadaran yang tinggi bahwa Allah akan memberikan ganjaran berupa kelapangan pintu-pintu kebajikan di dunia dan di akhirat kepada orang yang selalu melasanakan etika dalam majlis ilmu.

Sikap dan perilaku yang dapat dilakukan sebagai penghayatan dan pengamalan Hadits dari Anas Bin Malik sbb :
1.        Senantiasa memiliki kesadaran yang tinggi bahwa menuntut ilmu itu merupakan sebuah kebutuhan dasar / asasi bagi setiap individu manusia.
2.        Senantiasa memiliki kesadaran yang mantap bahwa menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah.
3.        Senantiasa belajar / menuntut ilmu sejak usia bayi sampai ajal menjemput kita ( belajar sepanjang hayat).

Sikap dan perilaku yang dapat dilakukan sebagai penghayatan dan pengamalan Hadits dari Abdullah Ibnu Amr sbb :
1.        Selalu berdakwah dengan menyampaikan ayat-ayat al-QUr’an walaupun satu ayat.
2.        Umat Islam hendaknya senantiasa boleh mengambil pelajaran dari kisah-kisah Bani Isroil, asalkan kisah-kisah tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akidah Islam.
3.        Umat Islam hendaknya mengetahui bahwa pemalsuan Hadits yang muncul pada masa Nabi Muhammad SAW, memperingatkan agar para sahabat dan kita semua jangan membuat-buat kebohongan atas nama / yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW


Rangkuman Kandungan ayat dan hadits QS. At-taubah ayat 122 :
·Kewajiban manusia untuk belajar dan mengajarkan ilmu khususnya ilmu agama
·Anjuran tegas untuk kaum muslimin agar sebagaian dari mereka memperdalam agama
·Pentingnya mencari ilmu juga mengamalkannya
QS. Al-Mujadalah : 11 ;
·   Perintah untuk beretikah dalam menghadiri suatu majelis ilmu
·   Keutamaan orang yang beriman dan berilmu atas yang lainnya

Hadits dari Anas bin Malik :
·  Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim

Hadits dari Abdullah Ibnu Amr :
· Umat Islam harus berdakwah dengan menyampaikan ayat-ayat al-QUr’an walaupun satu ayat.
· Boleh mengambil pelajaran dari kisah-kisah Bani Isrooil asalkan kisah tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akidah Islam
· Harus berhati-hati dalam menyampaikan Hadits Nabi, jangan berdusta atas nama Nabi Muhammad SAW.

No comments:

Post a Comment