Materi PAI (Al-Qur'an Hadits) Kelas XI Bab 4

BAB IV
INDAHNYA HIDUPKU DENGAN MENJAGA TOLERANSI DAN ETIKA DALAM PERGAULAN
A.         

                      A. QS. Al-Kafirun ayat ::1-6








Mufrodat / Kosa Kata
Para penyembah
َع بُِدْو َإ
Aku        tidak         akan
menyembah mendekati
الَ أ ْعبُ ُد
Untukmu agamamu
لَ ُك ْم ِ إْ نُ ُك ْم
Untukku agamaku
ِ ِ إْ ِن

B.      QS. Yunus ayat 40-41






Mufrodat / Kosa Kata

Berlepas dari/bebas
dari
بَِرإْ بُ ْو َإ
Lebih Mengetahui
أ ْعلَ ُم
Aku kerjakan
أ ْع َم ُل
Mereka
mendustakanm
َك َّذب ُْوَك
Akupun berlepas diri
أنَ  بَِر ْيءٌ
Pekerjaanku
َع َملِ ْى
Apa yg kamu kerjakan
تَ  ْع َملُْو َإ
Orang-orang           yg
membuat kerusakan
الْ ُمْ  ِس ِدإْ َن

C.     QS. Al-Kahfi ayat 29





Mufrodat / Kosa Kata

Gejolaknya
ُسَراِ قُ  َه
Menghendaki
َش ءَ
Mereka meminta
minum
إَ ْستَغِْي ُ ْو َإ
Biarlah dia kafir
فَ ْليَ ْكغُْر
Seperti besi mendidih
َك لْ ُم ْه ِل
Kami                  telah
menyediakan
أ ْعتَ ْدنَ 
Tempat terlihat
ُمْرتَ َ ًق
Mengepung
أ َح  َا


D.     QS. Al-Hujurat ayat 10-13





Mufrodat / Kosa Kata

Dosa
 ُْثٌ
Janganlah   suatu   kaum
mengolok-olok
الَ إَ ْس َخْر
Janganlah kamu mencari-
cari kesalahan orang lain
َوالَََتَ َّس ُسْوا
Boleh jadi
َع َسى
Janganlah ada di antara
kamu
َوالَإَ  ْغتَ ْ 
Dan    janganlah           saling mencela
َوالَ تَ ْل ِمُ ْوا
Daging saudaranya
َ ْ َم أ ِخْيِه
Saling memanggil
تَ نَ بَ ُ ْوا
Tentu kalian merasa jijik
فَ َكِراءُءُْواُ
Dengan gelar-gelar
بِ الَْق  ِب
Agar kamu saling
mengenal
لِتَ َع َرفُ ْوا
Seburuk-buruk sebutan
بِْب  َ  اا ْس ُم

E.      Hadits

َع ِن ابْ ِن َعَّب  ٍس إ َْرَف عُهُ   ََل الّنِِِّب  ّص َّل ا ََّّللُ َعلَْيِه َو َسلَّ َم َق  َا : لَْي  َ  ِمَّن  َم ْن  َ ْ إ َُوقُِّر الْ َكبِْي َر َوإْر َح ُم ال َّصغِْي َر َوَإأَُمْر  ِب                                                           ا






Mufrodat / Kosa Kata

َع ِن الْ ُمْن َكِر (رواا أَحد)


لْ َم ْعُرْو ِ  َوإ َْن  َهي



Dan tdak menyayangi
َوإَ ْر َح ْم
Tidak menghormati
َ ْ إ َُوقِّْر
Yang lebih kecil
ال َّصغِْي َر
Yang lebih besar
الْ َكبِْي َر

KANDUNGAN AYAT DAN HADITS

Surat al-Kafirun diturunkan secara keseluruhan untuk menjawab ajakan tokoh kafir Quraisy, mereka antara lain : al-Walid bin al-Mughirah, al-‘As bin Wail as-Sahmi, al-Aswad bin Abdul Muthalib dan Umayyah bin Khalaf. Mereka mengatakan : “Hai Muhammad marilah engkau mengikuti agama kami, dan kami akan mengikuti agamamu”.
Dalam surat al-kafirun ayat 1-2 secara tegas dinyatakan bahwa Tuhan yang disembah Nabi Muhammad SAW dan para pengikut itu, bukan apa yang disembah oleh orang-orang kafir, karena mereka mnyembah Tuhan yang memerlukan pembantu dan mempunyai anak. Sedangkan Nabi menyembah Tuhan yang tidak mempunyai anak dan isteri. Dalam ayat ke 3, Allah menambahkan lagi pernyataan, bahwa mereka tidak menyembah Tuhan yang didakwahkan Nabi Muhammad SAW.


Pada ayat 4-5, ditegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW, memiliki konsistensi dalam Pengabdian. Artinya; apa yang beliau sembah tidak akan berubah-ubah. Cara berubadah kaum muslimin berdasarkan petunjuk Allah. Sedangkan cara beribadah orang kafir berdasarkan nafsu. Pada ayat 6 dinyatakan adanya pengakuan bahwa eksistensi secara timbal balik, yaitu untukmu agamamu dan untukku agamaku.

sikap dan perilaku yang diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan dari QS.al- Kafiruun : 1-6 adalah :
1.        Hendaknya setiap mukmin memiliki kepribadian yang teguh dan kuat
2.        Masing-masing pemeluk agama dpt melaksanakan apa yg dianggapnya benar dan baik sesuai dengan keyakinannya
3.        Setiap pemeluk agama akan dimintakan pertanggungan jawabannya di hadapan Allah SWT
Adapun kandungan ayat 1-6 adalah :
1.        Toleransi tidak berlaku dalam hal aqidah dan ibadah
2.        Umat Islam dilarang mencampur adukan masalah aqidah & ibadah
3.        Tatacara beribadah dalam Islam adalah ditentukan oleh Allah melalui Rasulullah
4.        Toleransi hanya dibenarkan dalam hal sosial kemasyrakatan dan antar umat manusia (muamalah)
5.        Kebebasan bagi siapapun untuk memeluk agama apapun yang menjadi keyakinannya.
Pada Ayat 40 surah Yunus, Allah menegaskan bahwa umat Nabi Muhammad dalam mengimani Nabi, terbagi menjadi dua kelompok. Sebagian menerima al-QUr’an, mengikuti ajaran Nabi dan mengambil manfaat dari risalah yang dibawahnya, sebagian lagi mereka tidak beriman, dan selalu mendustakan Nabi Muhammad SAW.
Ayat ke 41, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk tegar dalam menghadapi orang-orang yang ingkar akan ajaran yang dibawahnya.
Sikap dan perilaku yg dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan dari QS. Yunus : 40-41 adalah :
1.      Setiap orang mukmin harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya
2.      Hendaknya orang-orang mukmin mengetahui bahwa Allah adalah pemelihara dan pembimbing kita semua
3.      Orang yang tidak beriman menolak mempercayai Nabi Muhammad SAW, sebagai Rasul Allah dan apa yang dibawahNya. Mereka berhak berpisah secara baik-baik dan masing-masing akan dinilai oleh Allah SWT serta diberi balasan dan ganjaran yang sesuai.
Kandungan QS.Yunus : 40-41 adalah ;
Ayat 40 menjelaskan orang yang tidak beriman yang mendustakan al-Qur’an dibagi menjadi dua. Pertama; golongan yang benar-benar mempercayai dengan I’tikad baik terhadap al-QUr’an. Kedua; golongan yang sama sekali tidak mempercayai dan dan terus menerus berada dalam kekafiran mereka termasuk orang yang membuat kerusakan. Ayat 41 menyatakan bahwa, Islam sangat menghargai perbedaan-perbedaan diantara manusia, karena masing-masing punya hak. Dan tidak boleh memaksakan orang lain memeluk agama Islam sekalipun Islam agama yang benar.
QS. al-Kahfi Ayat 29 ini menegaskan kepada semua manusia termasuk kaum musyrikin bahwa kebenaran yang disampaikan kepada mereka itu berasal dari Allah, kewajiban mereka adalah mengikuti ajaran itu dan mengamalkannya.

Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan QS. Al- Kahfi : 29 adalah :
1.      Nilai kebenaran (Haqqullah) adalah sesuatu yang pasti dan menjadi harga mati, sebab sumbernya dari Allah dan tidak boleh diubah atau diabaikan
2.      Keuntungan dan kemanfaatan dari keimanan kita kepada Allah akan kembali kepada diri kita sendiri
3.      Mereka yang mengingkari dan menolak ayat-ayat Allah akan merugi dan celaka Kandungan ayat 29 menegaskan bahwa manusia beriman atau tidak akibatnya akan dirasakannya sendiri.
QS.Al-Hujurot ayat 10, Allah menegaskan bahwa walaupun orang-orang mukmin itu berbeda-beda bangsa, etnis, bahasa, warna kulit dan adat kebiasaan nya serta stratifikasi sosialnya, tetapi mereka adalah satu dalam persaudaraan Islam. Persaudaraan merupakan kunci sukses dalam menciptakan dan melestarikan tata kehidupan masyarakat yang baik, terhormat dan bermartabat.


Sebab turunnya (asbabun nuzul) ayat 11 sebagaimana diriwayatkan di dalam kitab sunan yang empat (Sunan Abu Daud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’I dan Sunan Ibnu Majah) yang bersumber dari Abu Jubair ad-Dahhak. Menurut Imam at-Tirmidzi, hadits ini adalah hadits hasan. “Mengemukakan bahwa seorang laki-laki mempunyai dua atau tiga nama. Orang itu sering dipanggil dengan panggilan tertentu yang ia tidak senangi. Ayat ini (al-Hujurat ayat 11) ini turun sebagai larangan menggelari orang dengan nama-nama yang tdak menyenangkan”. Dan diriwayatkan oleh al-Hakim dan lainnya, yang bersumber dari Abu Jubair ad-Dahhak; “Mengemukakan nama-nama gelar di zaman Jahiliyah sangat banyak. Ketika Nabi memanggil seseorang dengan gelarnya, ada orang yang memberitahukan kepada beliau bahwa gelar itu tidak disukainya. Maka turulah ayat ini (QS.Al-Hujurot ayat 11) yang melarang orang memanggil dengan gelar yang tidak disukainya.” Dan diriwayatkan oleh Ahmad yang bersumber dari Abu Jubair ad-Dahak: “Mengemukakan bahwa ayat ini (al- Hujurat : 11) turun berkenaan dengan Bani Salamah. Nabi tiba di Madinah pada saat orang basanya mempunyai dua atau tiga nama. Pada suatu saat Rasulullah memanggil seseorang dengan salah satu namanya, tetapi ada orang yang berkata: “Ya Rasulullah!” sesungguhnya ia marah dengan panggilan itu”.
Ayat …wa laa talmizuu (…dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yg buruk …), QS.al-Hujurat : 11 turun sebagai larangan memanggil orang dengan sebutan yang tidak disukainya. Kandungan ayat 11 merupakan konsekwensi logis dari ayat 10, yaitu Allah menegaskan bahwa orang mukmin dilarang saling mengolok-olokan, karena perilaku tersebut akan menimbulkan pertengkaran dan perkelahian. Dalam ayat ini pula, Allah melarang orang mukmin memanggil orang mukmin lainnya dengan panggilan yang buruk, itu sebutan yang tidak disukai oleh orang yang dipanggil, dan pada akhir ayat ini Allah peringatkan agar orang yang melakukan kesalahan ini segera bertobat, karena jika tidak maka dia termasuk orang zalim.
Sebab turunya (asbabun-nuzul) ayat 12, diriwayatkan Ibnu al-Munzir yang bersumber dari Ibnu Juraij: Dia mengemukakan bahwa ayat ini (QS.al-Hujurat : 12), turun berkenaan dengan Salman al-Farisi yang bila selesai makan, suka terus tidur dan mendengkur. Pada waktu itu ada orang yang menggunjingkan perbuatannya. Maka turunlah ayat ini, yang melarang seseorang menggunjing dan menceriterakan keaiban orang lain”.
Dan dalam ayat 12 ini juga, masih dalam rangka membina persaudaraan, Allah SWT melarang orang-orang beriman berprasangka buruk. Sebab sebagian dari berprasangka adalah dosa yang harus dijauhi. Disamping itu pula juga melarang untuk mencari-cari kesalahan orang lain, menggunjing atau ghibah. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk senantiasa bertaqwa.
Sebab turunnya ayat 13, diriwayatkan oleh Ibnu ABi Hatim, al-Hakim yang bersunber dari Ibnu ABi Mulaikah, dia mengemukakan: “ketika Fathu Makah (penaklukan kota Makah) Bilal naik ke atas Ka’bah untuk mengumandangkan adzan, beberapa rang berkata: apakah pantas budak hitam ini adzan di atas ka’bah ?” maka berkatalah yang lainnya: “sekiranya Allah membenci orang ini pastilah DIa akan menggantikannya”. Ayat ini turun sebagai penegasan bahwa dalam Islam tidak ada diskriminasi, yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa.

Sikap Dn perilaku ang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan QS.al- Hujurat ayat 10-13 adalah ;
1.      Sesama orang mukmin harus mempunyai jiwa persaudaraan yang kokoh, meskipun berbeda bahasa, suku bangsa, adat kebiasaan, tingkat ekonomi sosial, tetapi mereka satu ikatan persaudaraan.
2.      Sesama orang mukmin itu tidak boleh mengolok-olok, menejek, menghina, satu sama lainnya.
3.      Sesama orang mukmin itu tidak boleh memanggil orang mukmin lainnya dengan panggilan atau sebtan yang buruk.
4.      Orang mukmin itu dilarang berburuk sangka.
5.      Orang mukmin harus mengikuti perintah untuk sadar dan mengakui bahwa di sisi Allah semua manusia itu sama kedudukannya, yang membedakan derajat mereka adalah ketaqwaannya.


RANGKUMAN

1.        Kandungan QS. Al-Kafiruun : 1-6
-          Toleransi tidak berlaku dalam hal akidah & ibadah
-          Umat Islam dilarang mencampur adukan masalah aqidah & ibadah
-          Tata cara beribadah dlm Islam ditentukan oleh Rasulullah SAW
-          Toleransi hanya benarkan dlm bidang sosial kemasyarakatan dan hubungan antar umat manusia (muamalah).
-          Kebebasan bagi siapapun untuk memeluk agama apapun yg menjadi keyakinannya
2.        Kandungan QS. Yunus : 40-41 meliputi :
-          Ayat 40 surah Yunus menjelaskan orang yang tidak beriman (kaum kafir) yg mendustakan al-qur’an dibagi menjadi dua. Pertama; golongan yg benar-benar mempercayai dengan itikad baik terhadap al-qur’an. Kedua; golongan yg sama sekali tidak mempercayai dan terus menerus di dalam kekafian, mereka termasuk orang- orang yg membuat kerusakan.
-          Ayat 41 surah Yunus menyatakan bahwa Islam sangat menghargai perbedaan- perbedaan diantara manusia, karena masing-masing mempunyai hak, dan tidak boleh memaksakan orang lain memeluk agama Islam, sekalipun Islam agama yang benar.
3.        Kandungan QS. Al-Kahfi ; 29 menegaskan bahwa manusia beriman atau tidak akibatnya akan dirasakannya sendiri.
4.        Kandungan QS. Al-Hujurat ; 10-13 meliputi :
-          Ayat 10 menegaskan bahwa orang mukmin itu bersaudara
-           Ayat 11 merupakan konsekwensi logis dari makna yang terkandung pd ayat 10.
-           Ayat 12 Allah melarang orang mukmin cepat berprasangka. Sebab sebagian prasangka itu adalah dosa, karena itu harus dijauhi.
-           Ayat 13 menegaskan kepada kita bahwa semua manusia diciptakan oleh Allah beraneka ragam yang bertujuan untuk saling mengenal, dan ukuran kemuliaan di sisi Allah adalah ketaqwaan seseorang.
Kandungan Hadits : hormat menghormati adalah hal yang diperintahkan oleh agama Islam. hormat kepada siapa saja, yang tua harus menyayangi yang muda, begitu juga yang muda harus menghormati yang tua. Dan hormat menghormati harus dilakukan secara timbal balik. Tidak bisa dengan satu arah saja. Selain itu agama Islam juga memerintahkan umat Islam untuk menyemai kebaikan dan mencegah kemungkaran.

No comments:

Post a Comment