Materi PAI (Al-Qur'an Hadits) Kelas XI Bab 2

BAB II
HIDUP LEBIH DAMAI DENGAN MUJAHADATUN NAFS, HUSNUDZON DAN UKHUWAH
A.         
QS. AL-Anfal Ayat : 70






Mufrodat / Kosa Kata



Pelindung sebagian
yang lain
أَْو لِيَ ءُ بَ  ْع  ٍ 
Dan berhijrah
َوَ   َجُرْوا
Melindungi mereka
ِم ْن َوالَإَتِِه ْم
Serta berjihad
َو َج  َ  ُدْوا
Jika mereka meminta
pertolongan kpdmu
َو   ْإ تَ ْن ُصُرْوا ُك ْم
Dengan hartanya
بِأَْمَواَِلِ ْم
Terikat perjanjian
ِمْي َ  ٌا
Dan jiwanya
َوأنْ ُ  ِس ِه ْم
Apa yang kamu
kerjakan
ِ َ َ تَ  ْع َملُْو َإ
Dan member i
pertolongan
َونَ َصُرْوا
Maha Melihat
بَ ِصْي ٌر
Sebagian mereka
بَ  ْع ُض ُه ْم

B.         QS. Al-Hujurat ayat : 12


 
Mufrodat / Kosa Kata



Janganlah ada yg
menggunjing
َوالَ إَ  ْغتَ ْ 
Jauhilah
  ْجتَنِبُ ْوا
Diantara kamu
بَ  ْع ُض ُك ْم
Prasangka
ال َ َن
Apakah suka
أَُِ ُّ 
Sebagian
 َ  ْغ  بَ
Daging
َ ْ َم
Dosa
 ُْثٌ
Tentu kamu merasa jijik
فَ َكِرْ تُ ُمْواُ
Janganlah kamu mencari-cari
kesalahan oranglain
َوالَ  ََتَ ّس ُسْوا

C.        QS. Al-Hujurat ayat : 10



Mufrodat / Kosa Kata




Kedua saudaramu
أ َخَوإْ ُك ْم
bersaudara
  ْخَوةٌ
Kamu mendpt rahmat
تُ ْرََحُْو َإ
Damaikanlah
فَأ ْصلِ ُحْوا


D.        Hadits :
َّ  َّ

ُ                                                         ْ      ْ ُ    ُ        ْ

و وسهم قا ل : إيا كم وانظن فأن انظن

أتوا ىزيزج يأثز عن انن ِث            ِي صهي اَلل عهي

وكونُوا إخوانًاوالَ يَخطُة انزجم عهَي

أكذب ا ْنحد ْيث والَ تَجسسوا والَ تَ َثاغضوا


Mufrodat / Kosa Kata

(رواه انثخاري) ك

و يَ ْتز

ح أَ

ح َّتي يَ ْن

خ ْيو

أَ ح

خط َث


Jangan saling
menebar kebencian
َوالَ تَ بَ  َغ ُضْوا
Jauhilah          oleh kalian
 إَّ  ُك ْم
Bersaudara
  ْخَوانً 
Prasangka
َوال َّ َّن
Janganlah meminang
َوالَ  َي ْ طً ُ 
Paling dusta
أ ْك َذ ُب
Pinangan
ِخ ْبَِ 
Ungkapan
ا ْ َ ِدإْ ِث
Menikahi
إَ ْن ِك َ 
Jangan mencari
kesalahan org lain
َوالَ ََتَ َّس ُسْوا
Meninggalkan
إَ ْت ُرَك
Jangan mencari aib
orang lain
َوالَََتَ َّس ُسْوا

Kandungan ayat dan Hadits
Dalam peristiwa hijrah Nabi, terdapat tiga golongan ; pertama : Kaum Muhajirin yaitu orang-orang yang berhjrah bersama Nabi SAW dari kota Makkah ke Madinah. Mereka mengalami kekerasan, penindasan, yang dilakukan kaum kafir tetapi mereka tetap sabar dan tetap dalam iman. Kedua ; Kaum Anshar yaitu orang-oraNG Madinah yang beriman kepada Allah, mereka berjanji kepada Nabi Muhammad SAW untuk berjuang di jalan Allah, menolong dan berkurban dengan harta dan jiwanya demi keberhasilan perjuangan Islam. Ketiga ; kaum yang tidak termasuk dalam keduanya, mereka tetap tinggal de Makkah yang dikuasai oleh kaum kafir. Kaum muhajirin dan kaum anshor telah memberikan teladan dalam mujahadatun nafs.
Secara bahasa, mujahadah artinya bersungguh-sungguh. Sedangkan an-nafs artinya jiWa, nafsu, diri. Jadi Mujahadatun-Nafs artinya perjuangan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu atau bersungguh-sungguh menghindari perbuatan yang melanggar hukum-hukum Allah. Dalam bahasa Indonesia, Mujaahadatun Nafs disebut sebagai kontrol diri. Kontrol diri merupakan perilaku terpuji yang harus dimiliki setiap muslim.
Menurut al-QUr’an nafsu dibagi menjadi tiga :
1.         An-Nafs  ammarah,  yaitu   nafsu  yang   mendorong  manusia  kepada  keburukan sebagaimana yg dinyatakan dalam QS. Yusuf 53.

53. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

2.         An-Nafsul Lawwaamah, yaitu nafsu yang menyesali setiap perbuatan buruk. Sebagaimana dinyatakan dalam QS.Al-Qiyamah : 2.


2.  Dan aku bersumpah dengan jiwa yang Amat menyesali (dirinya sendiri)[1530].



[1530] Maksudnya: bila ia berbuat kebaikan ia juga menyesal kenapa ia tidak berbuat lebih banyak, apalagi kalau ia berbuat kejahatan.
3.         An-NAfsul Mutmainnah, yaitu nafsu yang tenang. Sebagaimana diterangkan dalam QS. AL-Fajr : 27-30.


27. Hai jiwa yang tenang. 28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, 30. Masuklah ke dalam syurga-Ku.

Dari ketiga nafsu yang disebutkan al-Qur’an, dapat diketahui bahwa an-nafs ammaarah mendorong manusia untuk berbuat maksiat. Kemaksiatan menjauhkan diri kita dari rahmat Allah serta akan menimbulkan kegelisahan dalam hati. Oleh karena itu islam mengajarkan mujahadatun nafs supaya hdup kita bahagia dunia dan akhirat.
QS.Al-Hujurat ayat 12 berisi larangan berprasangka buruk (su’uz-zhan). Sebaliknya orang beriman diperintahkan untuk berprasangka baik (husnuz-zhan) baik itu hunuz-zhan kepada Allah , kepada sesama manusia, Maupun kepada diri sendiri.
1.         Husnuz-zhan kepada Allah, maksudnya berprasangka baik kepada Allah SWT. Dia
memiliki sifat Maha pengasih dan penyayang, dan mencintai hambanya yang saleh, serta tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Dalam sebuah hadits qudsi
سمعت رسول هللا ص م يقول عن هللا عز و جل :  َأ َأ  ِع ْن  َأ   َأ ِعِّن   َأ ْن  ِع   ِعِع  َأ َفْن َأ  ُظ َّن  ِع  َأ   َأا  َأا (رواه أحمد )                 : dinyatakan
Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : dari Allah azza wajalla, saya berada dalam persangkaan hambaku, maka berprasangkalah dengan ku sekehendaknya” (HR. Ahmad).
2.         Husnuz-zhan kepada orang lain. Orang beriman dilarang untuk berprasangka buruk
kepada aorang lain, mencarai-cari kesalahan orang lain, dan larangan menggunjng orang
Abi Dari  َع ْن أِ ِْب ُ َرْإ َرَة قَ  َا : قَ  َا رسْوُا هللا صلى هللا َعلَْيِه َوسل َم :  اْن ُظ  ْن  ِع ُظ  َأ  ْن   َأ  ِع َأ   اْن ُظ  ْن ِع  ُظ ْن  َأ  ِع  ْن  اِع َأ   ِعِع  َأ  َأ ِع  ِع (رواا الرتمذى) lain.
Hurairah dia berkata : Rasulullah SAW bersabda: “seorang muslim yang sejati adalah orang yang mana orang muslim lainnya selamat dari bahaya isan dan tangannya” (HR.at- Tirmidzi).
3.         Husnuz-Zhan keda diri sendiri. Seseorang yang erprasangka baik kepada diri sendiri akan memiliki sikap percaya diri, optimis dan bekerja keras. Sebaliknya jika seseorang berburuk sangka kepada dirinya sendiri maka akan rasa pesimis, tidak percaya diri , dan malas berusaha. Allah SWT melarang hambanya yang berputus asa dari rahmat Nya sebagai mana firmanNya dalam QS. Yusuf ; 87 : Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah itu hanyalah orang- orang Kafir (QS. Yusuf : 87)
Ayat 10 menegaskan bahwa orang-orang mukmin itu bersaudara. Persaudaraan diantara sesama mukmin itu dilandasi leh persamaan aqidah dan keimanan keoada Allah. Persaudaraan yang dilandasi nilai-nilai Islam, dikenal dengan ukhuwah Islamiyah.

Ukhuwah islamiyah mencakup :
1.         Ukhuwah Diniyyah, yaitu   persaudaraan     yang  didasari  oleh   persamaan     agama. Persaudaraan seagama da seiman inilah yang dimaksud oleh QS.AL-Hujurat ayat 10.
2.         Ukhuwah Wathaniyyah wa an-nasab, yaitu, persaudaraan karena satu bangsa dan keterikatan keturunan.
3.         Ukhuwah Insaaniyyah atau Basyariyyah, yaitu persaudaraan karena sama-sama manusia. Rasuluah SAW bersabda :
Ukhuwah Diniyyah akan memperkokoh tegaknya kehidupan bermasyarakat yang aman
dan tenteram. Ukhuwah akan memunculkan solidaritas dan timbulnya kepedulian sosial  di
َع ْن أِب موسى ااشعر ّى ق ا : ق  َا رسوا هللا صلى هللا عليه و سلم :    اْن ْنؤِع  ُظ  اِعْن  ُظ ْنؤِع  ِع  َأك  اْن ُظَفْن َف َأ  ِع   َأ ُظش ُّ  بَأَف ْنع ُظ  ُظ بَأَف ْنع ًض  (رواا الرتمذى) masyarakat.
Dari Abu Musa alAsy’ariy, ia berkata; Rasululah SAW bersabda : “antara seorang mukmin dengan mkmin lainnya adalah bagaikan satu bangunan, yang saling menguatkan satu sama lainnya” (HR.at-Tirmidzi).
Berdasarkan hadist di atas, terdapat beberapa hal yang harus dihindari oleh kaum muslimin yaitu: berprasangka terhadap orang lain, mencari-cari kejelekan orang lain, dan membenci orang lain.

SIKAP / PERILAKU

SIkap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan dari QS. Al-Anfal ; 72 adalah:…
Menerapkan kontrol diri (mujahadatun nafs) untuk meraih hidup bahagia dengan cara :
1.        Memusuhi hawa nafsu, nafsu itu harus diperangi dan dilawan.
2.         Renungkan dampak negativ dari perilaku maksiat, dan renungkan akibat positif beramal shaleh. Setiap perbuatan dosa dan maksiat akan berakibat buruk bagi diri sendiri, misalnya hati gelisah, hidup tidak tenang, dan merasa jauh dari Allah. Sebaliknya, amal shaleh akan berakibat positif bagi diri sendiri, misalnya hidup tenang, optimis, merasa dekat dengan Allah SWT.
3.        Memperbanyak dan melanggengkan dzikir kepada Alah SWT (dzikrullah).

SIkap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan dari QS. Al-Hujurat ; 10 adalah:…
Menerapkan Prasangka baik (Husnuz-Zhan) untuk meraih hidup bahagia dengan dua sikap :
1.         Bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Caranya dengan menucapkan alhamdulillah, dan menggunakan nikmat sesuai petunjuk Allah & Rasul-Nya.
2.        Bersabar atas semua cobaan dan ujian dari Allah SWT. Ingatlah bahwa Allah SWT tidak akan membebani seseorang di luar batas kemampuannya.

Husnuz-zhan kepada orang lain dapat dilakukan dengan sikap :
1.        Mudah Memaafkan kesalahan orang lain
2.        Melihat seseorang dari sisi baiknya
3.        Mengingat-ingat kebaikan yang pernah dilakukan oleh seseorang
4.        Bertutur kata dan berperilaku lemah lembut kepada orang lain

Husnuz-zhan kepada diri sendiri dapat dilakukan dengan sikap :
1.        Percaya diri, yakin bahwa dirinya mampu melakukan sebuah pekerjaan
2.        Optimis menghadapi hidup, tidak mudah putus asa
3.        Berusaha dan bekerja keras meraih cita-cita

Menerapkan persaudaraan (ukhuwah) untuk meraih hidup bahagia, dengan cara :
1.        Saling mencintai sesama mukmin karena Allah semata
2.        Menghargai perbedaan pendapat dan pandangan
3.        Membantu seorang mukmin yang mengalami kesulitan
4.        Melaksanakan hak dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab



KESIMPULAN


QS.al-ANfal ayat 72 berisi perintah kontrol diri (mujahadatun nafs) QS.al-Hujurat ayat 12 berisi perintah berprasangka baik (husnuz-zhan) QS.al-Hujurat ayat 10 berisi perintah menjaga persaudaraan (ukhuwah)
Mujahadatun nafs artinya perjuangan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu atau bersungguh-sungguh menghindari perbuatan yang melanggar hukum Allah SWT. Menurut AL- QUr’an; nafsu ada tiga yaitu : nafsu ammarah, nafsu lawwamah dan nafsu mutmainnah. Rasul menyebutkan jihad melawan nafsu merupakan jihad besar (jihadul akbar). Dan orang yang beriman diperintahkan untuk berprasangka baik (husnu-zhan), baik itu husnuz-zhan kepada Allah, kepada sesama manusia maupun kepada diri sendiri. Persaudaraan (ukhuwah) diantara sesama mukmin adalah persaudaraan yang dilandasi oleh persamaan aqidah dan keimanan kepada Allah SWT.

No comments:

Post a Comment