Materi PAI (Al-Qur'an Hadits) Kelas XI Bab 10

BAB X
BETAPA BESARNYA SYUKURKU KEPADAMU
A.        
               QS. Az-Zukhruf ayat  9-13






Mufrodat / Kosa Kata




Menurunkan
نَ َّ َا
Dan sungguh jika
َولَبِ ْن
Menurut kadar
بَِق َد ٍر
Kamu tanakan kepada
mereka
َسألْتَ  ُه ْم
Negeri tanah yg
tandus
بَ ْل َدًة َميِّتً 
Menciptakan
َخلَ َ 
Kamu dikeluarkan
َُّتَْر ُجْو َإ
Niscaya mereka akan
menjawab
لَيَ ُقْولُ َّن
Yg berpaang-pasangan
اْاْزَوا َا
Maha mengetahui
الَْعِ إْ ُ 
Kapal
الُْ ْل َك
Menjadikan
َجَع َل
Punggungnya
 ُُهْوِر
Tempat menetap
َم ْه ًدا
Menguasai
ُمْقِرنِْ َْي
Jalan-jalan
ُسبُالً


Kamu         mendapat
petunjuk
تَ  ْهتَ ُدْو َإ

B.         QS. Al-Ankabut ayat 7





Mufrodat / Kosa Kata



Kebohongan
 فْ ًك
Selain Allah
ُ ْوِإ ا َّّللِ
Tidak mampu
memberikan
الََ ْلِ ُكْو َإ
Berhala-berhala
أْوثَأنً 
Maka mintalah
فَ بْ تَ غُْوا
Dan kamu membuat
َوََّتْلُُقْو َإ


C.        Hadits

َا : الَ إ ْش ُكر ا ََّّلل من الَ إ ْش ُكر النَّ س (رواا ابوا  او )


َعلَْيِه وسلَّم قَأ

َع ِن النَِِِّب صلَّى ا ََّّلل

ُ رإْ رَة

َعن أَِِب

Dari Abu Hurairah darَi Nabُi SAَW beْ rَsَabdُa ; َTidak dianَggَaَp bersُyukuَr kّepada Alَlaَh oranْ g yang tidak bersyukur kepada manusia” (HR.Abu Daud)

ُ َو فَ ْو َا ُك ْم فَ  ُهَو


َصَّلى ا ََّّللُ َعلَْيِه َو َسلَّ َم : أُنْ ُُرْوا  َِ  َم ْن أَ ْسَ  َل ِم ْن ُك ْم َوالَ تَ ْن ُُرْوا  َِ  َ ْ،

َع ْن أَِِب ُ َرإْ َرَة  قَ  َا : قَ  َا َر ُسْوُا ا ََّّللِ

أَ ْج َدُر أَ ْإ الَ تَ ْ َ ُرْوا نِْع َم َ ا ََّّللَ َعلَْي ُك ْم  (رواا مسلم)
Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah SAW bersabda ; “Pandanglah orang yang berada di
bawah kalian, jangan memandang apa yang ada di atas kalian, itu lebih baik membuat kalian tidak mengkufuri nikmat Allah (HR.Muslim)

ُ  ْم لِنَّ  ِس . َوِِف ِرَواإٍَ  : الَ إَ ْش ُكُر ا ََّّللَ َم ْن الَ


َعَّ  َو َج َّل اَ ْش َكُر

َعلَْيِه َو َسلَّ َم قَ  َا:  ِ َّإ أَ ْش َكَر النَّ  ِس ََِّّللِ

َرَوى أَ َْحَُد أَ َّإ الَّنِ َِّب  َصلَّى ا ََّّللُ

إَ ْش ُكُر النَّ  َس  (رواا اَحد)
Sesunguhnya manusia yang paling banyak bersyukur kepada Allah Yang Maha Suci lagi
Maha tinggi, mereka yang lebih banyak bersyukur (berterim kasih) kepada manusia (HR. Ahmad)

َع ْن أَِِب ُ َرْإ َرَة  قَ  َا : قَ  َا َر ُسْوُا ا ََّّللِ  َصَّلى ا ََّّللُ َعلَْيِه َو َسلَّ َم ِاَِِب بَ ْكٍر َو ُع َمَر : َو الّ ِذي ن َْ  ِسى بِيَ ِداِ لَتُ ْسَب لُ َّن َع ْن َ  َذا النَّعِْي َم إ َْوَ 

الِْقيَ َمِ  اَ ْخَر َج ُك ْم ِم ْن ب ُُي ْوتِ ُك ُم ا ْْلُْو ُع ُُثَّ َ ْ َت ْر ِج ُعْوا  َح ََّّت اَ َص بَ ُك ْم َ  َذا النَّعِْي ُم (رواا مسلم )
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda; ‘Demi zat yang jiwaku ada di
tangan(kekuasaan)-Nya, niscaya akan ditanya tentang nikmat ini pada hari kiamat. Kamu dikeluarkan dari rumah-rumahmu, dalam keadaan lapar, kemudian kamu tidak akan kembali sehingga kamu mendapatkan kenikmatan ini’ (HR. Muslim)

KANDUNGAN AYAT & HADITS
Pada ayat 9, Allah menerangkan kepada Nabi bahwa jika orang-orang musyrik ditanya, siapakah yang mencipatakan langit dan bumi? mereka pasti akan menjawab, Allah lah yang menciptakan langit dan bumi, mereka sebanrnya mengakui Allah, tetapi karena sombong, hasud dan dengki mereka tetap musyrik kepada Allah.
Pada ayat 10, Allah menyebut secara umum penciptaan-Nya yaitu langit dan bumi. Pada ayat ini juga Allah merinci sebagian dari kehebatan ciptaan-Nya, sambil mengarahkan pembicaraan secara langsung kepada manusia, khususnya mereka yang mengingkarinya. Salah satu bukti kebesaran Allah dalam melapangkan nikmatnya kepada manusia yang dinyatakan dalam ayat di atas adalah dihamparkannya bumi untuk manusia menetap di atasnya, bumi itu tidak goyang / oleng, agar manusia dapat tinggal menetap, dengan aneka kemudahan yang dapat mengantar kepada kenyamanan hidup manusia, dan Allah anugerahkan kepada kita potensi kemampuan / akal untuk dapat membuat jalan-jalan di bumi ini supaya mengetahui arah dan mendapat petunjuk, menuju arah yang mausia kehendaki, baik untuk kepentingan hidup, ekonomi dan perdagangan.
Pada ayat 11, Allah SWT Yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui itu menurunkan secara berangsur-angsur dan sedikit-demi sedikit air hujan dari langit menurut kadar yang diperlukan untuk minuman kamu dan binatang serta pengairan tumbuh-tumbuhan, lalu Allah hidupkan dengan air itu (negeri (daerah) yang tandus, yang mati, yang kering, yang sebelumnya tidak ditumbuhi pepohonan, seperti itulah kuasa Allah menghidupkan sesuatu yang mati dan mengeluarkan manusia dari dalam kubur dengan amat mudah.
Pada ayat 12 dan 13, masih merupakan lanjutan dari bukti-bukti kekuasaan Allah. Pada ayat tersebut diuraikan penciptaan segala macam pasangan. Ayat ini seolah-olah mengatakan; Allah yang menciptakan makhluk semuanya berpasang-pasangan. Tidak ada ciptaannya yang tidak berasang-pasangan. Itu karena semua terdapat kekurangan dan hanya dapat mencapai kesempurnaan jika menemukan pasangannya. Hanya Allah sang pencipta itu yang Maha Esa tanpa pasangan. Allah menundukan untuk semua manusia kapal di lautan dan semua binatang ternak yang manusia kendarai dan nikmati di daratan, itu dilakukannya supaya manusia selalu dapat mengendarai dan dudk di atas punggung-punggungnya dengan tenang dan mantap, lalu manusia mengingat dengan pikiran sehat dan hati nuraninya atas nikmat Allah, zat yang menundukan kendaraan itu dan pemelihara manusia, apabila manusia telah berada di atasnya, supaya mengucapkan dengan lidah, bergabung hati, fikiran dan lisan memuji kepada-Nya sebagai pengakuan atas kelemahan manusia mengendalikan dan menguasainya dengan mangatakan : Maha suci Tuhan pemelihara kami yang telah menundukan bagi kami semua ini, padahal kami sebelumnya yakni sebelum Allah menganugerahkan potensi kepada kami untuk menundukannyabukanlah orang-orang yang mampu menguasai-Nya, dan sesungguhnya kami kepada Tuhan kami Yang Maha Esa saja tidak kepada selain-Nya, kami adalah orang-orang sudah pasti akan kembali kepada Alah sang pencipta. Dan setelah kematian, semua manusia akan dibangkitkan dan mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya.

Selanjutnya, Pada ayat 7 QS. Al-ANkabut di atas, Allah telah menegaskan bahwa sesembahan selain Allah itusudah jelas merupakan hasil cipataan tangan manusia itu sendiri, tetapi mereka berdusta dengan enganggapnya itulah tuhan yang sebenarnya. Lebih dari itu cptaan mereka yang berbentuk patung dan berhala itu menurut kepercayaan mereka sanggup memberi manfaat (keuntungan) kepada mereka. Kemudian Ibrahim As mencela dan mengancam mereka bahwa patung-patung itu tidak sedikitpun tidak sanggup memberi rizki kepada mereka. Sebab rizki itu adalah wewenang mutlak yang hanya dimiliki Allah saja. Oleh karena itu dianjurkan kepada mereka supaya memohon rizki dan mata pencaharian (penghasilan)itu hanya kepada Allah saja dan mensyukurinya jika yang diminta itu telah diperkenanka-Nya. Allah sajalah yang mendatangkan rizki bagi manusia serta memberi nikmat pada hamba-Nya, sesudah itu kepada-Nya lah anusia akan dikembalikan, dimana manusia dianjurkan untuk mencari keridhoannya dengan jalan mendekatkan diri kepada-Nya. Ayat ini ditutup dengan lafadz “Kepada-Nyalah kamu dikembalikan” artinya bersiap-siaplah kamu menemui Tuhan itu dengan beribadah dan bersyukur; firman Alah dala Qs. An-Nahl ayat 114 :




114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
Berdasarkan ayat di atas, bahwa bersyukur itu adalah dengan cara memakan makanan yang halal dan baik yang tidak berlebihan sesuai ketentuan yang ditentukan Allah SWT.
Adapun Dalam hadits ini, Rasulullah memperingatkan, bahwa manusia harus bersikap syukur tehdap nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepadanya. Dan resep yang dijelaskan Rasulullah adalah manusia agar memandang ke bawah atau lebih rendah dalam hal keduniaan seperti kedudukan, pangkat dan harta kekayaan karena hal tersebut akan mendorong manusia untuk lebih bersyukur. Dan manusia harus sadar bahwa, kedudukan atau pangkat serta harta kekayaan yang lebih tinggi yang dimiliki orang lain itu merupakan ujian, sehingga manusia lebih selamat memandang ke bawah dalam hal tersebut. Sehingga terhindar dari sikap mengandai-andai yang menimbulkan manusia akan jauh dari syukur nikmat.
Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa orang yang berterima kasih atas pemberian orang lain karena Allah, maka pada hakekatnya orang tersebut telah bersyukur kepada Allah SWT sebagaimana ada hadits yang kedua di atas.
Kita perlu melihat ke atas dalam hal motivasi ( dorongan diri) berusaha, sepanjang dalam batas yang dibenarkansyari’at Islam. Larangan melihat orang yang kedudukannya lebih tinggi, semata-mata untuk mencegah timbulnya rasa iri hati dan sifat-sifat tidak terpuji lainnya yang akhirnya tidak mensyukuri nikmat Allah. Dalam hadits itu juga kita dianjurkan bersikap qona’ah yang menerima apa adanya atas pemberian Allah, atau merasa puas dan rela atas bagiannya setelah berusaha. Orang yang mempunyai sifat qona’ahtentunya tidak akan empunyai sikap tamak terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain.

Perilaku orang yang mensyukuri nikmat Allah :
Sikap dan perilaku yang dapat dierapkan sebagai penghayatan dan pengamalan QS.Az-Zukhruf ayat 9-13 adalah :

1.   Selalu mempercayai sepenuhnya terhadap adanya Allah SWT. Dia Zat Yang Maha mengetahui menciptakan segala sesuatu.

2.   Senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang DIa berikan. Allah menjadikan bumi sebagai hamparan, menjadikan jalan-jalan di muka bumi ini, untuk memperlancar perhubungan, menurunkan hujan untuk menhidupkan tanah yang tandus menjadi subur, menjadikan makhluk yang berjodoh, dan menciptakan alat transportasi baik darat, laut maupun udara, seperti kuda, unta, kapal, serta masih banyak lagi yang lainnya yang kesemuanya itu wajib kita syukuri.

3.     Senantiasa bersyukur dan berdoa ketika naik kendaraan.

Sikap dan perilaku yang dapat dierapkan sebagai penghayatan dan pengamalan QS.Al-Ankabut ayat 17 adalah :
1.      Selalu memohon, meminta hanya kepada Allah bukan kepada yang lain.
2.      Allah yang memberi rizki kepada kita semua

Sikap dan perilaku yang dapat dierapkan sebagai penghayatan dan pengamalan Hadits adalah :
1.      Senantiasa berterima kasih kepada sesama manusia sebagai tahapan bersyukur kepada Allah SWT.
2.      Untuk urusan keduniaan senantiasa melihat kepada orang yang berada di bawah kita sehingga akan tumbuh rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah ia berikan.


Rangkuman :

Kandungan QS. Az-Zukhruf ayat 9-13 :
·        Pernyataan Allah bahwa Sebenarnya orang musyrik itu percaya kepada Allah SWT, akan tetapi mereka tetap menyembah tuhan selain Allah.
·        Allah SWT telah melimpahkan bermacam-macam nikmat dan ciptaan-Nya yang telah dikaruniakan kepada hamba-hamba-Nya antara lain : Menjadikan bumi sebagai hamparan, Menjadikan jalan-jalan di muka bumi untuk memperlancar perhubungan, Menurunkan hujan untuk menghidupkan tanah yang tandus menjadi subur, Menjadikan makhluk yang berjodoh, Menciptakan alat transportasi baik darat, laut, maupun udara seprti kuda, unta, kapal dan lain-lain.
·        Allah memberikan tuntunan kepada manusia ketika di atas kendaraan hendaknya bersyukur dan mengenang nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada manusia.

Kandungan QS. Al-Ankabut Ayat 17 :
·        Kita diberi tuntunan oleh Allah SWT bahwa dalam hal rizki hanya kepada Allah saja kita memohon, bukan kepada berhala (sesembahan) yang lain.
·        Penyembahan berhala tidak akan memberikan manfaat

Kandungan Hadits :
1.      Kita wajib bersyukur atar nikmat Allah sebab di akhirat kelak akan diminta pertanggungjawaban atas nikmat tersebut.
2.      Orang yang paling banyak bersyukur kepada Allah SWT adalah orang yang banyak berterima kasih kepada sesama manusia.

No comments:

Post a Comment