Materi PAI (Al-Qur'an Hadits) Kelas XI Bab 1

BAB I
HIDUP BERKAH DENGAN MENGHORMATI DAN MEMATUI ORANG TUA DAN GURU

A.        





Hadits :

َع ْن أَِ ِْب ُ َرْإ َرَة َع ِن الَّنِ ِّب  َصلَّي ا ََّّللُ َعلَْيِه َو َسلَّ َم َق  َا َرِغ َم أَنْ ُ  ُُثَّ  َرِغ َم أَنْ ُ   ُُثّ َرِغ َم أَنْ ُ  قِْي َل : َم ْن إَ  َر ُسْوَا



ا ََّّللِ ؟ َق  َا َم ْن أَْ َرَك أَب ََوإِْه ِعْن َد الْ ِكَِِب أَ َح ُد ُُهَ  أَْو كِلَْي ِه َم  فَ لَ ْم إَْد ُخ ِل ا ْْلَنَّ َ < رواا املسلم >
ََِس ْع ُت َعْب َد ا ََّّللِ ابْ َن َع ْمٍر َر ِض َي ا ََّّللُ َعْن  ُه َم  إ َُقْوُا :  َج ءَ َر ُج ٌل  ََِل الَّنِِِّب  َص َّل ا ََّّللُ َعلَْيِه َو َسلَّ َم فَ  ْستَأْ َإنَهُ ِِف
ا ْْلَِه  ِ َف َق  َا : أَ َح ٌّي َوِالداََك ؟ َق  َا : ن ََع ْم. فَِ ْي ِه َم  فَ َ   ِ  ْد.  < رواا البخ ري ومسلم>


Seorang laki-laki
datang
َج ءَ َر ُج ٌل
Dia celaka
َرِغ َم أَنْ ُ 
Meminta izin kpdnya
فَ  ْستَأْ َإنَهُ
Mendapati kedua
orangtuanya
أَْ َرَك أَب ََوإِْه
Untuk ikut berjihad
ِِف ا ْْلَِه ِ 
Dalam usia lanjut
ِعْن َد الْ ِكَِِب
Apakah dia msih
hidup
أَ َح ٌّي
Maka dia tidak
akan masuk surga
فَ لَ ْم إَْد ُخ ِل ا ْْلَنَّ َ

Kandungan ayat dan Hadits
Surat al-Isra’ ayat 23-24 memiliki kandungan mengenai pendidikan berkarakter, yang didefinisikan sebagai satu kesatuan yang membedakan satu dengan yang lain atau dengan kata lain karakter adalah kekuatan moral yang memiliki sinonim berupa moral, budi pekerti, adab, sopan santun dan aklak. Akhlak dan adab sumbernya adalah wahyu yakni Al-Qur’an dan Sunah. Sedangkan budi pekerti, moral dan sopan santun sumbernya adalah filsafat.
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada hamba-hamba Nya untuk menembah Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Kandungan ayat ini juga menunjukan betapa kaum muslimin memeiliki kedudukan yang sangat tinggidibanding dengan kaum yang memersekutukan Allah SWT. Ayat ini juga menjelaskan tentang ihsan (bakti) kepada kedua orang tua yang diperintahkan agama Islam adalah bersikap sopan kepada keduanya dalam ucapan dan peruatan sesuai dengan adat dan kebiasaan masyarakat, sehingga mereka merasa senang terhadap kita, serta mencukupi kebutuhan-kebutuhan mereka yang sah dan wajar sesuai kemampuan kita sebagai anak.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada Hamba-Nya untuk menyembah Dia semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Selanjutnya perintah berbakti kepada kedua orang tua. Yakni memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada ibu bapak, dan jangan kita mengleuarkan kata-kata yang buruk kepada keduanya, sehingga kata- kata “Ah” pun merupakan kata-kata buruk yang paling ringan tidak diperbolehkan. Jangan pula bersikap buruk kepada mereka, seperti yang dikatakan oleh Ata Ibnu Rabah sehubungan dengan arti surah tersebut” Dan janganlah kamu membentak mereka” maksudnya janganlah kamu menolakkan tangan kepada kedunya. Setelah itu, Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik, bertutur sapa baik, dan berlaku sopan santun kepada kedua orang tua dengan rasa penuh hormat dan memuliakannya.
Dalam Tafsir al-Misbah, dijelaskan bahwa ayat-ayat di atas memberi tuntunan kepada anak agar berbakti kepada kedua orang tua secara bertahap. Dimulai dengan janganlah engkau mengatakan kepada kedunya dengan perkataan “Ah”, lalu dilanjutkan dengan mengucapkan kata-kata yang mulia. Ini lebih tinggi tingkatannya dari tuntunan pertama karena mengandung pesan penghormatan dan pengagungan melalui ucapan. Selanjutnya meningkat lagi dengan perintah untuk berperilaku yang menggambarkan kasih sayang, sekaligus kerendahan di hadapan kedua orang tua. Perilaku yang lahir dari kasih sayang yang menjadikan mata sang anak tidak lepas dari orang tua. Sang anak selalu memperhatikan dan memenuhi keinginan orang tuanya. Akirnya sang anak dituntut untuk mendoakan orang tua sambil mengingat jasa-jasa mereka terleih saat kita kecil.
AYat 13 QS.Lukman menjelaskan bahwa syarat untuk mendidik anak hendaknya dilandasi dengan lemah lembut dn kasih sayang. Kata ‘Izuhu diambl dari kata wa’az yang bermakna nasihat yang menyangkut berbagai kebajikan dengan cara menyentuh hati, penyampaiannya yakni dengan cara lemh lembut, tidak membentak, dan panggilan sayang kepada anak. Kata bunayya mengisyaratkan kasih sayang. Hal ini tentunya juga berlaku pada para guru dalam mendidik peserta didiknya.


Dalam ayat 14, Allah menggambarkan kesusahan seorang ibu dalam merawat anaknya, mengapa hanya jasa ibu yang digambarkan dengan sedemikian lemahnya ? karena perasaan ibu lebih berat dari pada Ayah, mulai dari proses mengandung, hingga melahirkan dan menyapihnya. Kata Wahnan berarti, kelemahan atau kerapuhan. Yang dimaksud di sini adalah ibu dalam kondisi sangat lemah saaat mengandung anaknya.
Ayat 15, menjelaskan tentang larangan taat kepada orang tua dalam mendurhakai Allah SWT, dan nasehat Luqman kepada anaknya tentang menolak segala bentuk kemusyrikan di manapun berada. Ayat ini sekaligus memberitahu bahwa mempergauli keduanya dengan baik hanya dalam urusan dunia, bukan kegamaan. Seperti Nabi Ibrahim AS, dia tetap berlaku santun kepada bapaknya sekalipun pembuat berhala, namun Nabi Ibrahim tidak sependapat dalam hal akidah.
Pada ayat 16, terdapat kata ‘Latiif” yang berarti lembut, haus, atau kecil. Dari makna ini muncullah makna ketersembunian dan ketelitian. Imam al-Ghozali, menjelaskan bahwa yang berhak menyandang sifat ini hanyalah Allah. Dialah yang mengetahui perincian kemaslahatan dan seluk beluk rahasianya. Karena Dia selalu menghendaki kemaslahatan untuk makhluk- Nya, ayat ini menggambarkan kekuasaan Allah SWT, dalam menghitung amal manusia betapapun sedikitnya.
Ayat 1 menjelaskan tentang amr ma’ruf nahi mungkar, yang merupakan puncak dan pangkal adalah sholat, serta amal kebaikan yang tercermin adalah buah dari sholat yang dilaksanakan dengan benar. Kata ‘Azm dari segi bahasa berrti kekuatan hati atau tekad.
Hadits
Dari abi Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!” lalu beliau ditanya; “siapakah yang celaka ya Rasulullah ? Jawab Nabi; “Barang siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya (namun dia tidak berbakti kepada keduanya dengan sebaik-baiknya), maka dia tidak akan masuk surga.” (HR. MUSLIM).
AKu mendengar ‘Abdullah bin ‘Amr Ra berkata; “Seorang laki-laki dating kepada Nabi, lalu meminta izin untuk ikut berjihad. Maka Beliau bertanya; apakah kedua orang tuamu masih hidup? Laki-laki itu menjawab; “Iya” Maka beliau berkata; kembali kepada keduanya lah kamu berjihad (berbakti)” (HR. AL-Bukhori dan Muslim)
Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim tersebut menjelaskan bahwa seseorang akan


celaka ketika tidak berbakti kepada kedua orang tua. Kata “Dia celaka” (

ُف  َر أ ْن   َمِغ

) diulang-ulang


oleh Rasulullah SAW sebanyak tiga kali menunjukan bahwa betapa pentingnya berbakti kepada kedua orang tua terlebih lagi ketika kedua orang tua atau salah satu dari mereka masih hidup.
Adapun Hadits riwayat Bukhari dan Muslim, menjelaskan bahwa, berbakti kepada kedua orang tua memiliki nilai pahala yang sangat besar. Bahkan nilai pahala berbakti kepada kedua orang tau oleh Rasulullah disamakan dengan nilai pahala jihad, berperang, dan melawan kaum kafir.

Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan QS.al- Isro :23-24 adalah sebagai berikut :
1.      Selalu berbakti kepada Allah SWT, dan tidak menyekutukanNya.
2.      Membiasakan berbuat baik (ihsan) kepada kedua orang tua.
3.      Membiasakan untuk tidak berkata-kata buruk kepada kedua orang tua.
4.      Selalu bersikap baik dan berlaku sopan santun kepada kedua orang tua dengan rasa penuh hormat dan memuliakannya.
5.      Selalu mendoakan orang tua sebagai ungkapan terima kasih seorang anak.


Adapun sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghayan dan pengamalan QS.Luqman ayat 13-17 adalah sebagai berikut :
1.       Selalu mengesakan Allah SWT, dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.
2.      Selalu berbuat baik baik kepada kedua orang tua, terutama ibu, karena ia telah mengandung kita dalam kepayahan, melahirkan, merawat dan mendidik kita. Perbuatan baik kepadanya sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada mereka.
3.      Membiasakan diri untuk berbuat baik dan menaati orang tua sepanjang tidak untuk perbuatan maksiat kepada Allah dan menyekutukanNya.
4.      Selalu berbuat baik, karena sekecil appun perbuatan kita, baik maupun jelek, pasti akan mendapat balasan dari Allah SWT.
5.      Senantiasa menjalankan shalat, amar ma’ruf nahi mungkar dan bersabar.

Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghaatan dan pengamalan dari hadits Nabi adalah sebagai berikut :
1.      Selalu berbakti kepada kedua orang tua terutama ketika mereka asih hidup, jika sudah tiadapun kita harus senantiasa mendoakan mereka.
2.      Senantiasa berbakti kepada kedua orang tua karena nilai kebaikanya di sisi Allah SWT, sejajar dengan jihad.
Selain berbakti kepada kedua orang tua, kita juga berkewajiban untuk berbakti dan hormat kepada guru. Jasa guru sangatlah besar bagi murid dan masyarakat, bahkan bagi kemajuan bangsa dan negara. Guru merupakan orang tua kedua karena merekalah yang mendidik murid-muridnya untuk menjadi lebih baik. Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orang tua, maka wajib pula mematuhi perintah para guru, selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syari’at agama.

KESIMPULAN :
1.   Kandungan QS.al-Isro :23-24 :
·           Perintah untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu.
·           Perintah berbuat baik kepada kedua orang tua.
·           Perintah untuk bertutur kata, bersikap baik, & berperilaku sopan santun, kpd orang tua.
·           Perintah untuk selalu mendoakan orang tua.
2.   Kandungan QS.Luqman :13-17 :
·           Perintah untuk mengesakan Allah dan tidak menyekutukan Nya.
·           Perintah berbuat baik kepada kedua orang tua terutama ibu.
·           Perintah menaati orang tua sepanjang tidak untuk berbuat maksiat dan menyekutukan Allah.
·           Perintah untuk berbuat baik.
·           Perintah menjalankan shalat, aar ma’ruf nahi mungkar dan bersabar.
3.   Kandungan hadits meliputi perintah untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tua, karena nilai kebaikannya sejajar dengan jihad.
4.   Selalu menghormati dan menaati guru sebgaimana menghormati danmentaati orang tua. Karena jasa guru sangat besar bagi murid, masyarakat bangsa dan negara.

No comments:

Post a Comment